Panen Raya Ubi Jalar di Jayawijaya
Di Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Wakil Bupati Ronny Elopere memimpin kegiatan panen raya ubi jalar yang dikenal dengan sebutan hipere. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (2/3/2026) dan menunjukkan keberhasilan petani setempat dalam menanam tanaman organik tanpa penggunaan pupuk kimia.
Wabup Ronny memberikan apresiasi terhadap usaha para petani yang tetap mempertahankan tradisi menanam ubi jalar. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan bantuan berupa satu mobil traktor, 10 buah linggis, dan 15 buah sekop kepada masyarakat.
Menurut Wabup Ronny, keberhasilan panen ubi jalar besar ini merupakan bukti nyata dari keberkahan Tuhan atas tanah Papua. Ia mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan budaya menanam ubi dan keladi sebagai pangan lokal yang lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada nasi.
“Kita makan nasi terus-menerus, akhirnya muncul asam urat, kolesterol, hingga reumatik. Kita harus kembali dibangun dengan makanan asli, makanan lokal kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa mempertahankan hipere bukan hanya soal tradisi, tetapi juga menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat pegunungan. Selain itu, Ronny menyampaikan pesan kepada pemuda yang lebih memilih menghabiskan waktu di pusat kota daripada kembali ke kampung dan berkebun.
Kritik Terhadap Pola Makan dan Solusi untuk Pemuda
Ronny Elopere juga mengkritik pola makan masyarakat yang terlalu bergantung pada nasi. Menurutnya, hal ini menjadi penyebab meningkatnya kasus penyakit seperti asam urat dan kolesterol. Ia menyarankan agar masyarakat kembali mengonsumsi makanan lokal yang lebih sehat dan alami.
Selain itu, Wabup Ronny memotivasi para lulusan sarjana untuk tidak hanya berharap menjadi PNS, tetapi menciptakan lapangan kerja sendiri, terutama di sektor pertanian. Ia menilai usaha pertanian seperti ubi, kopi, dan sawah memiliki potensi besar yang harus ditekuni.
“Jangan karena sudah sarjana, lalu hanya cari kerja di kota. Di mana saja bisa buka peluang kerja. Usaha pertanian seperti ubi, kopi dan sawah adalah usaha luar biasa yang harus ditekuni,” tegasnya.
Keamanan Kota Wamena
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengaitkan pengangguran dan pergaulan bebas dengan meningkatnya angka kriminalitas, mulai dari pencurian hingga mabuk-mabukan. Mengingat posisi Wamena sebagai kota sentral bagi beberapa kabupaten di sekitarnya, ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan bersama.
“Wamena ini milik bersama. Kita jaga kota ini. Bawa anak-anak ke gereja, berikan pemahaman, dan ajak mereka berkebun agar mereka punya kesibukan positif,” tutupnya.
Solusi untuk Masyarakat dan Pemuda
Masyarakat diajak kembali berkebun untuk menyibukkan pemuda dan menekan angka kriminalitas di Kota Wamena. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga memberikan kesibukan positif bagi generasi muda.
Dengan melibatkan pemuda dalam kegiatan bertani, diharapkan dapat mengurangi permasalahan sosial yang sering muncul akibat kekosongan aktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang telah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat setempat.
Kesimpulan
Panen raya hipere di Distrik Hubikiak menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat menjaga kearifan lokal sambil tetap menghadapi tantangan modern. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis pada sumber daya alami, masyarakat diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini, baik melalui bantuan alat pertanian maupun edukasi tentang pentingnya pangan lokal. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.





