Wabup Loteng Nursiah Pantau Langsung Kedatangan 1 Ton Cabai dari Sulawesi

Screenshot 2021 07 29 14 38 30 37 1024x657 1 1
Screenshot 2021 07 29 14 38 30 37 1024x657 1 1

Penyediaan Cabai untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah mengambil langkah cepat dalam menangani lonjakan harga cabai yang terjadi di pasaran. Sebanyak 1 ton cabai telah didatangkan dari Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Internasional Lombok. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, terutama menjelang bulan Ramadan.

Peran Pemerintah dalam Menstabilkan Harga Cabai

Wakil Bupati Loteng, HM Nursiah, memantau langsung kedatangan pasokan cabai tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas tibanya pasokan cabai pada saat masyarakat sedang menghadapi kenaikan harga yang signifikan. Saat ini, harga cabai mencapai Rp140 ribu per kilogram di pasar.

Menurut Nursiah, tingginya harga cabai disebabkan oleh faktor iklim yang memengaruhi hasil panen petani di berbagai daerah. Meskipun pihak pemerintah telah berusaha mencari solusi, kondisi alam tetap menjadi penghambat utama.

Kerja Sama dalam Mendatangkan Pasokan Cabai

Kedatangan stok cabai ini merupakan hasil dari kerja sama antara BAPPENAS, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta asosiasi cabai di daerah. Proses ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara mendesak, khususnya menjelang bulan Ramadan.

Nursiah menegaskan bahwa pengiriman cabai dari luar daerah ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh Pemkab Loteng. Meski demikian, ia mengakui bahwa jumlah 1 ton tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan.

Distribusi Cabai ke Pasar-Pasar Besar

Pasokan cabai akan segera didistribusikan ke beberapa pasar besar di Lombok Tengah. Di antaranya adalah Pasar Renteng, Pasar Barabali, Pasar Jelojok, dan kemungkinan Pasar Semparu. Harga jual cabai di pasar-pasar tersebut berkisar antara Rp68 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Proses distribusi ini akan mendapatkan pengawalan khusus dari pihak terkait, termasuk tim dari Pemkab Loteng sendiri. Tujuannya adalah untuk memastikan harga jual tetap stabil sesuai dengan standar dinas pertanian dan perdagangan.

Solusi Jangka Pendek dan Strategi Jangka Panjang

Nursiah menekankan bahwa langkah mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi ini merupakan solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan barang di rumah tangga. Namun, untuk strategi jangka panjang agar permasalahan serupa tidak terulang kembali, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut di tingkat teknis.

Ia juga menambahkan bahwa solusi jangka panjang akan dibahas di kantor nanti. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat memberikan kestabilan ekonomi bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi seperti ini.

Tindakan Lanjutan untuk Memastikan Ketersediaan Cabai

Selain distribusi cabai, pihak pemerintah juga akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di pasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pokok penting ini.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat mengurangi tekanan pada harga cabai dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif.

Kesimpulan

Penyediaan cabai seberat 1 ton dari luar daerah merupakan langkah penting yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Dengan kerja sama yang baik dan pengawasan yang ketat, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga cabai. Meski ini hanya solusi sementara, langkah ini menjadi awal yang baik dalam membangun sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Pos terkait