Waka MPR: Pemimpin Berilmu Lahir dari Pesantren Tahfiz

Aa1xmzgj
Aa1xmzgj



Ponorogo – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hadir dalam acara buka bersama di Pondok Pesantren Al Muqoddasah, pada hari Sabtu (28/2).

Acara yang bertajuk Ramadan Religi, Menguatkan Negeri dengan subtema Ilmu, Iman, dan Pengabdian ini dihadiri oleh para kiai, pengasuh, ustaz dan ustazah, serta santri tahfiz Al-Qur’an tingkat SD, SMP, dan SMA.

Ibas menekankan peran penting pesantren dalam menjaga moral dan persatuan bangsa. Menurutnya, pesantren adalah benteng moral bangsa. Selain itu, pesantren juga menjadi sumber kader pemimpin umat dan rumah peradaban.

Menurut Ibas, Ramadan tidak hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan tarbiyah, muhasabah, dan penguatan jiwa. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi berkarakter.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menyampaikan pesan Hasyim Asy’ari bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan. “Cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Menjaga NKRI adalah bagian dari pengabdian,” ujarnya.

Ibas mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 39 ribu pesantren di Indonesia dengan jutaan santri. Jumlah tersebut merupakan kekuatan besar dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Namun, ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti disrupsi digital, arus informasi tanpa filter, serta ancaman radikalisme dan intoleransi.

“Karena itu, santri harus kuat. Bukan hanya dalam fikih, tetapi juga dalam sains dan teknologi. Bukan hanya dalam zikir, tetapi juga dalam pikir,” ujar Ibas.

Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ibas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan pesantren melalui berbagai cara. Diantaranya adalah dukungan anggaran pendidikan, akses teknologi, serta pemberdayaan ekonomi santri.

“Kami akan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, akses pelatihan, dan penguatan pendidikan karakter agar santri mampu menjadi penjaga moral dan persatuan bangsa,” tegas Ibas.

Dalam acara tersebut, Ibas juga menekankan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

EBY juga memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan para santri. Menurutnya, santri memiliki adab, etika, moral, serta karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam membentuk kepemimpinan generasi masa depan Indonesia.

Peran Pesantren dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter bangsa. Berikut beberapa aspek penting yang menjadi fokus perhatian Ibas:

  • Pendidikan karakter: Pesantren menjadi tempat untuk menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
  • Penguatan iman: Melalui aktivitas keagamaan, pesantren membantu santri dalam memperkuat keyakinan mereka terhadap Tuhan.
  • Pembentukan pemimpin: Pesantren menjadi wadah untuk menciptakan kader-kader pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

Tantangan yang Dihadapi Generasi Muda Saat Ini

Generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks. Beberapa di antaranya adalah:

  • Disrupsi digital: Teknologi yang berkembang pesat memengaruhi pola pikir dan perilaku santri.
  • Akses informasi yang tidak terfilter: Banyak informasi yang bisa memengaruhi pandangan hidup dan nilai-nilai santri.
  • Ancaman radikalisme dan intoleransi: Hal ini bisa merusak harmoni sosial dan persatuan bangsa.

Upaya Penguatan Pesantren

Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya penguatan pesantren. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Dukungan anggaran pendidikan: Memastikan bahwa pesantren memiliki sumber daya yang cukup untuk menjalankan program pendidikan.
  • Akses teknologi: Memberikan fasilitas teknologi agar santri dapat mengikuti perkembangan zaman.
  • Pemberdayaan ekonomi: Membuka peluang ekonomi bagi santri agar dapat mandiri secara finansial.

Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan

Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat pilar tersebut adalah:

  • Pancasila: Dasar negara yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • UUD 1945: Undang-undang dasar yang menjadi kerangka hukum negara.
  • NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dijaga keutuhannya.
  • Bhinneka Tunggal Ika: Prinsip persatuan dalam perbedaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Kepemimpinan Generasi Masa Depan

Santri memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin bangsa. Dengan adab, etika, moral, dan karakter yang kuat, mereka siap menjadi penggerak perubahan positif di masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk terus memberikan dukungan dan pembinaan agar santri dapat berkembang secara optimal.

Pos terkait