Peresmian SPPG ke-4 di Polres Asahan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan kembali diresmikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Wakapolda Sumut), Brigjend Sony Irawan. Peresmian ini dilakukan di Polsek Air Batu pada Senin (2/3/2026). SPPG yang diresmikan kali ini merupakan yang keempat di wilayah Polres Asahan, dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Brigjend Sony Irawan menekankan bahwa kehadiran SPPG ini sangat penting dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Ia menjelaskan bahwa SPPG keempat ini menjadi bagian dari upaya Kapolres Asahan dalam mendukung Kapolda Sumut meraih penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan karena kontribusi dalam pembangunan manusia melalui program pemerintah.
Empat Pilar Pembangunan Nasional
Menurut Wakapolda Sumut, ada empat pilar utama dalam pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah. Keempat pilar tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), ekonomi, pembangunan yang merata, serta ketahanan nasional. Dengan adanya SPPG, ia berharap pembangunan SDM dapat meningkat secara signifikan.
Ia mengungkapkan bahwa data dari UN menunjukkan bahwa SDM Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, keberadaan SPPG menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pemberian gizi yang tepat.
Jumlah Penerima Manfaat dan Tenaga Kerja
Saat ini, di Kabupaten Asahan terdapat empat SPPG yang telah beroperasi. Berdasarkan data yang tersedia, sekitar 12 ribu penerima manfaat telah menerima bantuan dari SPPG ini. Selain itu, program ini juga berhasil menyerap sebanyak 188 orang tenaga kerja.
Polda Sumut, kata Wakapolda, termasuk dalam tiga besar Polda terbesar di Indonesia yang memiliki jumlah SPPG terbanyak. Pekan lalu, Kapolda Sumut menerima penghargaan Satya Lencana Wirakarya atas kontribusinya dalam pembangunan nasional.
Keamanan dan Kualitas Makanan
Salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam operasional SPPG adalah keamanan dan kualitas makanan. Sampai saat ini, belum ada laporan kasus keracunan dari SPPG Polri di seluruh Indonesia. Wakapolda menegaskan bahwa setiap tahapan mulai dari pemilihan bahan baku hingga pendistribusian harus dilakukan dengan ketat dan melalui tes makanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Ia berharap agar Kapolres Asahan dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa manfaat dari SPPG dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.





