Persiapan Infrastruktur dan Transportasi di Palangka Raya Menjelang Ramadan
Di pekan kedua Ramadan, Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memperhatikan kesiapan infrastruktur dan transportasi dalam kota. Hal ini dilakukan mengingat potensi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik. Meskipun Palangka Raya bukan jalur utama mudik lintas daerah, kelancaran aktivitas warga tetap menjadi perhatian pemerintah setempat.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan bahwa fokus penanganan infrastruktur lebih diarahkan pada ruas jalan dalam wilayah kota. Sementara untuk jalan lintas provinsi maupun antar kabupaten, koordinasi dilakukan bersama pemerintah provinsi dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah.
“Kalau mudik biasanya lintas daerah atau antarprovinsi, itu ada koordinasi dengan provinsi dan balai jalan. Kami di kota lebih fokus ke jalan dalam kota, karena Palangka Raya bukan jalur utama lintasan mudik,” ujar Fairid, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, ia mengakui koordinasi dengan BPJN tetap dilakukan apabila ditemukan kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Penanganan, kata dia, dapat dilakukan sepanjang memungkinkan dari sisi kewenangan dan ketersediaan anggaran.
“Kalau ada jalan berlubang dan memungkinkan ditangani, kami koordinasikan. Apalagi di jalur-jalur tertentu seperti lingkar luar atau lingkar dalam,” katanya.
Kesiapan Sektor Transportasi
Selain infrastruktur jalan, kesiapan sektor transportasi juga menjadi perhatian pemerintah kota. Melalui Dinas Perhubungan, pengecekan kelayakan kendaraan atau ramp check akan dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan aktivitas transportasi selama Ramadan dan masa mudik.
“Pengecekan transportasi itu pasti dilakukan. Untuk kelancaran aktivitas masyarakat, itu menjadi tugas perhubungan,” ucap Fairid.
Fokus pada Kondusivitas Kota Secara Keseluruhan
Namun, Fairid menegaskan bahwa perhatian pemerintah kota selama Ramadan tidak hanya terfokus pada infrastruktur dan transportasi. Menurutnya, menjaga kondusivitas kota secara menyeluruh juga mencakup aspek ekonomi, pelayanan publik, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menyebutkan, menjelang Idulfitri permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan biasanya meningkat, seperti ayam ras dan daging. Karena itu, pemerintah kota mulai menata dan mempersiapkan ketersediaan kebutuhan tersebut agar tidak menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga di masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadan sampai Lebaran dengan tenang, tanpa ada permasalahan kelangkaan atau gangguan aktivitas,” tutupnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah
Berikut beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah kota:
- Pemantauan infrastruktur jalan dalam kota
- Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan BPJN untuk jalan lintas provinsi
- Pengecekan kelayakan kendaraan melalui Dinas Perhubungan
- Persiapan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat
- Pengawasan terhadap harga dan kelangkaan barang
Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan masyarakat Palangka Raya dapat merayakan Ramadan dan Lebaran dengan nyaman dan aman.





