Wamen ATR/Waka BPN Mengapresiasi Peran MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional

Sosialisasi Profesi Penilai
Sosialisasi Profesi Penilai

Peran MAPPI dalam Menjaga Integritas Sistem Penilaian Tanah Nasional

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi narasumber dalam Webinar Nasional Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) pada Senin (23/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran MAPPI sebagai penjaga integritas sistem penilaian tanah nasional.

“Saya mengapresiasi MAPPI sebagai organisasi profesi yang konsisten untuk menjaga standar, etika, dan kualitas penilai di Indonesia. Peran MAPPI dalam pembinaan, peningkatan kompetensi serta penguatan integritas profesi sangat penting bagi keberlanjutan sistem penilaian nasional,” ujar Wamen Ossy.

Webinar dengan tema “Problematika & Dinamika Hukum bagi Posisi Strategis Profesi Penilai Indonesia” ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, mulai dari perwakilan Kementerian Keuangan, Kejaksaan RI, hingga akademisi dari UNS. Kegiatan ini diikuti oleh anggota MAPPI serta peserta umum dari berbagai daerah.

“Webinar ini merupakan salah satu wujud dari perhatian MAPPI terhadap peningkatan kapasitas dari SDM-SDM penilai pertanahan. Semoga forum ini menghasilkan rekomendasi konstruktif dan menjadi referensi serta tambahan wawasan bagi kita semua dalam penyempurnaan kebijakan ke depan,” tutur Wamen ATR/Waka BPN.

Dalam paparannya, Wamen Ossy menyoroti terkait kesalahan yang kerap terjadi dalam praktik penilaian dan strategi penyelesaian, serta langkah-langkah menghindari risiko kerja yang mungkin dihadapi profesi penilai. Kepada Anggota MAPPI, Wamen Ossy mengingatkan untuk terus memperkuat kolaborasi agar setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan teknis yang kokoh dan dapat diterima secara luas oleh para pemangku kepentingan.

“Kami dari pihak pemerintah, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola penilaian melalui kebijakan, regulasi, dan penguatan sistem yang semakin terintegrasi,” lanjut Wamen Ossy.

Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Penilaian yang Sehat

Ketua II Dewan Pimpinan Nasional MAPPI, Wahyu Mahendra, dalam kesempatan ini menyambut baik dan mengutarakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama MAPPI dengan berbagai pihak. Webinar ini menjadi salah satu bentuk kerja sama untuk penguatan kapasitas penilai karena bagi MAPPI, perlindungan profesi bukan hanya kepentingan penilai, namun juga untuk kepentingan publik.

“Ke depan, MAPPI berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari Kementerian Keuangan, OJK, ATR/BPN, Kejaksaan Agung, DPR RI, maupun akademisi, untuk membangun ekosistem penilaian yang sehat, profesional, dan terlindung secara hukum,” pungkas Wahyu Mahendra.

Tantangan dan Solusi dalam Praktik Penilaian

Selama webinar, beberapa isu penting tentang tantangan dalam praktik penilaian tanah dibahas. Salah satu hal yang disoroti adalah kesalahan yang sering terjadi dalam proses penilaian, seperti ketidakakuratan data atau kurangnya pemahaman terhadap regulasi terkini. Wamen Ossy menyarankan agar para penilai terus meningkatkan kemampuan mereka melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.

  • Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penilaian agar tidak ada bias atau manipulasi yang bisa merusak kepercayaan publik.
  • Selain itu, Wamen Ossy menyarankan agar penilai bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa semua data yang digunakan benar-benar valid dan up-to-date.

Langkah-Langkah untuk Mengurangi Risiko Kerja

Untuk menghindari risiko kerja yang mungkin dihadapi oleh profesi penilai, Wamen Ossy memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Memperkuat kompetensi dan etika profesi melalui pelatihan berkala.
  • Meningkatkan koordinasi dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk memastikan konsistensi dalam pengambilan keputusan.
  • Membangun sistem monitoring dan evaluasi yang efektif untuk memantau kinerja penilai.

Kesimpulan

Webinar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi MAPPI dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun sistem penilaian yang lebih baik. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang jelas, diharapkan profesi penilai dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.

Pos terkait