Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal di Usia 90 Tahun, Pemakaman di TMP Kalibata

Potret Try Sutrisno Tetap Aktif Di Usia Senja 1 169 4
Potret Try Sutrisno Tetap Aktif Di Usia Senja 1 169 4

Kehadiran Tokoh Militer dan Politik di Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Ia dikenal sebagai tokoh militer yang memiliki pengabdian panjang dalam bidang militer, politik, serta pembinaan ideologi Pancasila. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, dengan prosesi pemakaman militer yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara dan tokoh nasional.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Sebelum menjadi Wakil Presiden, ia meniti karier panjang di Tentara Nasional Indonesia (TNI), pernah menjabat Panglima ABRI, Kasad, Wakasad, dan bahkan menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974. Ia dikenal sebagai tokoh militer yang tegas, disiplin, dan dekat dengan rakyat, terutama selama era transisi politik Orde Baru. Pada periode 1993–1998, Sutrisno mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden sebelum digantikan oleh BJ. Habibie melalui Sidang Umum MPR.

Di lingkup BPIP, Sutrisno dikenal sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah sejak lembaga tersebut didirikan. Ketua Dewan Pengarahnya adalah Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri. BPIP sendiri merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas merumuskan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan pembinaan ideologi Pancasila di Indonesia.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menyatakan kesedihannya atas meninggalnya Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno di usia 90 tahun. Yudian mengenang Sutrisno sebagai sosok yang disiplin, sopan, dan tegas. “Beliau hampir tidak pernah marah. Datang rapat selalu lebih awal dan pulang setelah rapat selesai. Ini keteladanan yang sangat pancasilais,” ujar Yudian, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Yudian menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada beliau sebagai pribadi, keluarga, dan TNI Angkatan Darat karena beliau ini seorang tokoh yang luar biasa pengabdiannya.” Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan-kekurangan selama Sutrisno menjabat. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas jasa beliau, kami juga mohon maaf kepada beliau kalau ada kekurangan-kekurangan kami selama beliau menjabat,” ucapnya.

Prosesi Pemakaman Militer di TMP Kalibata

Prosesi pemakaman Sutrisno akan digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin siang. Pantauan Tribunnews.com menunjukkan pengamanan ketat oleh personel TNI dan kepolisian, lengkap dengan tenda protokol dan persiapan upacara penghormatan militer. Rangkaian prosesi dimulai dengan salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa setelah waktu Zuhur, sebelum jenazah diberangkatkan ke persemayaman terakhir.

Kehadiran berbagai pejabat tinggi negara dan tokoh nasional ke rumah duka menunjukkan betapa besar penghormatan terhadap Sutrisno. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi, termasuk yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, TNI, BPIP, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Yudian menegaskan bahwa jasa dan pengabdian Sutrisno akan selalu dikenang, dan BPIP merasa kehilangan sosok yang menjadi teladan disiplin, kepemimpinan, serta keteladanan pancasilais.

Dengan pengabdian panjang di bidang militer, pemerintahan, dan pembinaan ideologi bangsa, Try Sutrisno dikenang sebagai salah satu tokoh nasional yang membawa kontribusi besar bagi pembangunan dan stabilitas negara. Pemakaman di TMP Kalibata menjadi momentum bagi rakyat Indonesia untuk memberi penghormatan terakhir kepada Wapres ke-6 RI yang penuh dedikasi bagi bangsa.


Pos terkait