Wapres ke-6 Try Sutrisno Meninggal, Andra: Warga Banten Berduka, Bendera Setengah Tiang Berkibar

Perayaan Kehidupan dan Pengabdian Wakil Presiden ke-6 Indonesia

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. Kepergian almarhum terjadi pada Senin (2/3/2026) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Anyer, Kabupaten Serang, Senin, Andra Soni mengungkapkan bahwa pihaknya mewakili Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh masyarakat Banten menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

“Semoga almarhum husnul khatimah,” ujarnya dengan suara yang terdengar penuh rasa hormat. Ia menekankan bahwa kepergian Try Sutrisno merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Menurut Andra, almarhum adalah sosok yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara, baik di bidang militer maupun pemerintahan.

Ia menilai bahwa beliau adalah tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Hal ini membuat seluruh putra-putri bangsa merasakan kehilangan yang mendalam.

Pemprov Banten juga mengimbau seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara terkait pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang serta penetapan hari berkabung nasional pada 2 hingga 4 Maret 2026. Pengibaran bendera setengah tiang tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Try Sutrisno atas jasa dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.

Sejumlah kantor pemerintahan di wilayah Banten terpantau mulai menurunkan bendera setengah tiang sejak Senin pagi. Proses ini menjadi simbol dari rasa hormat dan penghargaan terhadap kontribusi almarhum dalam sejarah bangsa Indonesia.

Upacara dan Tindakan Bersama

Dalam rangka memperingati kepergian almarhum, berbagai upacara dan tindakan bersama dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Selain pengibaran bendera setengah tiang, beberapa institusi juga melakukan kegiatan seperti doa bersama dan pengajian. Hal ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasa almarhum serta memberikan dukungan moral bagi keluarga besar yang ditinggalkan.

Pemerintah daerah berharap momen berkabung nasional ini dapat menjadi refleksi bersama atas kontribusi para tokoh bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dapat tetap terjaga.

Peran dan Kontribusi Almarhum

Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, memiliki peran penting dalam pembangunan dan stabilitas negara. Selama masa jabatannya, ia berkontribusi dalam berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjaga persatuan bangsa.

Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki integritas tinggi dan komitmen kuat terhadap kepentingan negara. Keberadaannya memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesimpulan

Kepedulian dan rasa hormat terhadap almarhum Try Sutrisno harus menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa. Dengan menghargai jasa-jasa dan kontribusi para tokoh bangsa, diharapkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air dapat tetap hidup dalam diri setiap individu. Oleh karena itu, momen berkabung nasional ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.


Pos terkait