Wapres RI Ke-6 Try Sutrisno Meninggal, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang

1000681419
1000681419

Kehilangan Seorang Negarawan Besar

Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal dunia hari ini di RSPAD Gatot Subroto, Senin pagi (2/3). Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada usia 90 tahun. Kepergian beliau menimbulkan duka yang mendalam di berbagai kalangan masyarakat di seluruh Indonesia.

Salah satu ucapan bela sungkawa datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kematian Try Sutrisno. Dalam pernyataannya di Surabaya, Senin (2/3), Khofifah mengatakan:

“Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau adalah prajurit dan negarawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.”

Try Sutrisno pernah menjadi Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI periode 1993-1998. Khofifah mengenang beliau sebagai sosok yang tegas, disiplin, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan bangsa. Menurutnya, jasa dan pengabdian almarhum akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa.

“Kita mengenang beliau bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi sebagai figur yang konsisten menjaga semangat persatuan,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum Try Sutrisno, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama dua hari penuh. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 khususnya Pasal 12 ayat 2 (dua) bahwa Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan selama 2 (dua) hari untuk mantan Presiden dan Wakil Presiden yang wafat.

“Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkas Khofifah.

Peran dan Kontribusi Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya dan merupakan tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia. Sebagai seorang perwira tinggi TNI, ia memainkan peran signifikan dalam menjaga stabilitas nasional. Selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, beliau turut serta dalam berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat pemerintahan dan memajukan bangsa.

Kepemimpinan beliau dikenang karena keberaniannya dalam mengambil keputusan dan kesetiaannya terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Meski sering kali dihadapkan pada tantangan besar, Try Sutrisno tetap menjunjung nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.

Selama masa hidupnya, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Banyak pihak mengakui bahwa ia tidak hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang pendidik yang memberikan contoh teladan bagi generasi muda.

Apresiasi Masyarakat

Kepergian Try Sutrisno memicu apresiasi yang luas dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari tokoh-tokoh politik hingga masyarakat biasa, semua menyampaikan dukacita atas kehilangan ini. Banyak pihak mengingat jasa-jasa beliau dalam membangun fondasi yang kokoh bagi Indonesia.

Beberapa upacara kenangan juga digelar di berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum. Acara-acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merenung, tetapi juga untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun kepergian Try Sutrisno membawa duka, banyak harapan muncul bahwa nilai-nilai yang ia tanam akan terus hidup dalam diri masyarakat Indonesia. Generasi muda diharapkan dapat belajar dari perjalanan hidup dan kepemimpinan beliau.

Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, bangsa Indonesia dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

Pos terkait