Warga Antre Sejak Pagi Serbu Pasar Murah Ramadan di Pare, Cabai Rp40 Ribu dan Telur Rp22 Ribu

Img 20240313 Wa0018 1
Img 20240313 Wa0018 1

Ratusan Warga Antre di Pasar Murah Jawa Timur

Ratusan warga memadati halaman Gedung Serbaguna Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sejak Minggu (1/3/2026) siang. Mereka antre untuk mendapatkan bahan pokok dalam kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari sebelum acara dimulai, warga yang didominasi oleh para ibu rumah tangga sudah berjejer rapi menunggu giliran nomor antrean.

Komoditas yang dijual dalam pasar murah ini antara lain beras, minyak goreng, telur, gula, daging ayam hingga cabai rawit dengan harga lebih rendah dari pasaran. Harga-harga tersebut memberikan keringanan bagi masyarakat yang sedang menjelang Idul Fitri.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut. Ia bersama rombongan datang untuk memastikan program ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang hari raya.

“Ini upaya pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi untuk masyarakat,” kata Khofifah. “Harga ayam di pasar rata-rata sudah Rp42 ribu per kilo, di sini dijual Rp30 ribu. Telur dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp22 ribu. Gula Rp14 ribu, minyak Rp13 ribu,” tambahnya.

Untuk cabai rawit, yang di pasaran mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram, dijual Rp40 ribu per kilogram dalam kemasan per ons. Menurutnya, keterjangkauan harga menjadi fokus utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Khofifah menegaskan bahwa pasar murah bukanlah kompetitor pasar tradisional. Ia meminta lokasi pelaksanaan tidak berdekatan dengan pasar rakyat agar fungsi stabilisasi harga tetap berjalan tanpa mematikan pedagang kecil.

“Ini bukan pesaing pasar tradisional. Tujuannya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi,” tegasnya.

Selain pasar murah, Pemprov Jatim bersama Bank Indonesia juga meluncurkan mobil EPIK atau Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota. Mobil ini membawa sembako dan berkeliling ke berbagai daerah untuk memperluas jangkauan distribusi.

Khofifah menyebut ada empat kunci pengendalian inflasi, yakni ketersediaan stok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif antar daerah melalui kerja sama.

“Semua harus berkesinambungan agar stabil,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Cabang Kediri, Hestiana Peni Utami, mengatakan bahwa pihaknya membawa 5 ton beras, 30 karton minyak goreng, serta 500 kilogram beras premium dalam kegiatan tersebut. Semua barang tersebut sudah mendapat subsidi dari Pemprov Jatim. Antusiasme masyarakat luar biasa, apalagi ini menjelang hari raya dan kebutuhan Ramadan.

Hestiana menyebut selisih harga cukup signifikan. Beras SPHP dijual Rp55 ribu dari harga pasar Rp57 ribu hingga Rp60 ribu. Minyak goreng dijual Rp13 ribu dari harga eceran tertinggi Rp15.700, sementara beras premium dijual Rp70 ribu dari harga normal Rp74.500.

Salah satu warga Pare, Darmasih, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia membeli gula, tepung, cabai, dan bawang dengan harga yang menurutnya lebih murah dibandingkan pasar. “Selisihnya ada yang Rp2 ribu, ada yang Rp1 ribu. Tadi saya menunggu sebentar karena dapat nomor antrean 13. Sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Keuntungan Pasar Murah bagi Masyarakat

Pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Berikut beberapa keuntungan yang bisa dirasakan:

  • Harga yang Lebih Terjangkau

    Bahan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar biasa. Misalnya, ayam dijual Rp30 ribu per kilo, sedangkan di pasar biasa harganya mencapai Rp42 ribu per kilo.

  • Membantu Kebutuhan Sehari-hari

    Warga yang hadir dalam pasar murah mengaku sangat terbantu dengan adanya harga yang lebih murah. Hal ini membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Idul Fitri.

  • Distribusi yang Lebih Luas

    Selain pasar murah, Pemprov Jatim juga menggunakan mobil EPIK untuk menyebarluaskan sembako ke berbagai daerah. Ini memastikan bahwa semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap bahan pokok.

  • Stabilitas Harga

    Pasar murah bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di tengah situasi inflasi. Dengan harga yang terkendali, masyarakat tidak merasa kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Pos terkait