Suasana Ramai di Lokasi Penjualan Takjil di Manado
Di tengah suasana Ramadan 2026, kawasan sekitar Kampus C Poltekkes Kemenkes, Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara, menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi warga. Mereka berdatangan untuk mencari hidangan berbuka puasa yang menarik dan beragam.
Lapak-lapak penjual takjil berjejer di pinggir jalan, membuat warga semakin mudah menemukan pilihan menu sesuai selera. Berbagai hidangan disajikan mulai dari gorengan, es buah, hingga camilan kekinian yang populer di kalangan muda. Hal ini menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat yang sangat diminati selama bulan suci ini.
Warga seperti Aminah mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk membeli berbagai jenis makanan. Ia menyebutkan bahwa mereka membeli berbagai macam gorengan dan es buah. Selain itu, Aminah juga membeli camilan modern seperti corndog dan risol mayo untuk saudara-saudaranya yang masih muda.
- Keberagaman pilihan menu membuat warga bisa menentukan hidangan sesuai dengan selera masing-masing.
- Harga yang terjangkau dan lokasi yang mudah diakses juga menjadi alasan utama mengapa kawasan ini selalu ramai setiap tahun selama Ramadan.
Penjualan yang Menjanjikan bagi Pedagang
Salah satu pedagang yang berjualan di lokasi tersebut adalah Rasunah. Ia menjual berbagai jenis gorengan seperti bakso goreng dan tahu goreng dengan harga Rp 2 ribu per buah. Ia biasanya berdagang dari pukul 13.00 hingga 19.00 Wita.
“Namun, biasanya pada pukul 17.00 Wita sudah habis karena banyak yang membeli,” ujarnya. Menurut Rasunah, penjualan selama Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang.
Ia mengungkapkan bahwa permintaan terhadap produknya meningkat drastis selama bulan puasa. Hal ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.
Kehidupan Sehari-hari di Tengah Ramadan
Selain menjadi tempat berburu takjil, kawasan ini juga menjadi tempat berkumpul warga untuk berbagi momen kebersamaan. Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka, sehingga suasana menjadi lebih hangat dan penuh kebahagiaan.
Dengan adanya berbagai pilihan makanan dan minuman, warga tidak perlu repot mencari tempat lain untuk berbuka puasa. Mereka bisa langsung memilih hidangan yang ingin dibeli tanpa harus jauh-jauh pergi.
Selain itu, keberadaan lapak-lapak penjual takjil juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan, baik secara permanen maupun sementara selama Ramadan.
Kesimpulan
Kehadiran lokasi penjualan takjil di sekitar Kampus C Poltekkes Kemenkes tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga dalam berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana ekonomi yang bermanfaat bagi para pedagang. Dengan berbagai pilihan menu dan harga yang terjangkau, kawasan ini menjadi salah satu tempat yang selalu ramai setiap tahun selama Ramadan.





