Kunjungan Wakil Kepala BGN ke Desa Cileunca
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, melakukan kunjungan ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada awal pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, Nanik turut serta dalam kegiatan menanam dan memanen bayam bersama para narapidana dari Lapas Kelas II Purwakarta yang sedang menjalani pembinaan untuk menjadi petani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini digagas oleh Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bekerja sama dengan Dinas Pemasyarakatan Purwakarta serta Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Prokerma) BGN.
“Kami bersyukur, karena Ibu Waka berkenan hadir ke tempat ini,” ujar Abang Ijo dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2).
Narapidana dengan Beragam Latar Belakang
Para warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan narapidana dengan beragam latar belakang kasus, seperti tawuran, pencurian, penggelapan, perampokan, pelecehan seksual, narkoba hingga pembunuhan. Mereka yang dilibatkan umumnya tinggal menjalani masa hukuman sekitar dua hingga tiga bulan sebelum bebas.
Menurut Abang Ijo, kerja sama dengan Kepala Lapas dilakukan untuk membekali para narapidana dengan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat. Salah satu keterampilan yang difokuskan adalah pertanian, agar mereka memiliki bekal usaha yang produktif setelah bebas nanti.
Pengadaan Lahan Pertanian dan Honor
Untuk mendukung program tersebut, Abang Ijo menyewa beberapa hektare lahan pertanian dengan biaya Rp 5 juta per hektare. Lahan itu kemudian diolah oleh para warga binaan bersama kelompok ibu-ibu petani setempat untuk ditanami bayam dan kangkung.
Para peserta mendapatkan honor Rp 65 ribu per setengah hari kerja. Ke depan, mereka akan diarahkan menanam berbagai jenis sayuran yang dibutuhkan dapur-dapur MBG.
Apresiasi dari Wakil Kepala BGN
Dalam kesempatan itu, Nanik mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memberdayakan warga binaan, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan sayuran untuk kebutuhan dapur MBG.
Ia meminta para Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Wilayah (Korwil) di Purwakarta agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerima hasil produksi warga dan binaan Lapas.
“Nanti masukkan ke SPPG, Korcam, dan juga Korwil, sampaikan. Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau nggak diterima. Saya tutup dapurnya. Tutup. Nggak ada cerita!” tegas Nanik.
Dialog Langsung dengan Narapidana
Nanik juga berdialog dengan sekitar 40 narapidana yang sedang menjalani masa akhir penahanan. Ia memberi nasihat secara langsung kepada mereka.
“Kamu kenapa? Penggelapan? Jangan gelap-gelapin, lah jalan yang bener aja. Dipenjara kan nggak enak juga, nggak bisa ketemu saudara, nggak ketemu isteri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para warga binaan agar benar-benar bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Kamu punya anak perempuan, kan? Memangnya kamu mau kalau anakmu diperlakukan seperti itu juga,” tuturnya.
Ajakan untuk Bertobat dan Berkomitmen
Sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG, Nanik mengimbau para warga binaan Lapas Kelas II Purwakarta mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat, salah satunya dengan bekerja dan memulai usaha pertanian. Ia pun mengajak mereka berikrar bersama.
“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang sudah saya lakukan,” pungkasnya.





