Warga Cilacap Diberi Peringatan Jangan Main Petasan, Polresta Gencar Patroli Cegah Perang Sarung

Petugas Tim Patroli Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon
Petugas Tim Patroli Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon

Pengamanan Ramadan di Kabupaten Cilacap

Menjelang puncak Ramadan hingga malam takbiran, warga Kabupaten Cilacap diimbau untuk tidak bermain petasan maupun terlibat dalam aksi perang sarung. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aparat kepolisian setempat mulai menggencarkan patroli di sejumlah titik rawan. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas remaja pada malam hari, khususnya selepas salat tarawih hingga menjelang sahur. Polisi menilai bahwa tradisi yang awalnya dianggap sebagai permainan bisa berpotensi memicu keributan hingga membahayakan keselamatan.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono menyebutkan bahwa patroli rutin digelar di kawasan permukiman padat, alun-alun, jalan protokol, serta titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada terhadap anak-anak mereka.

“Jangan sampai terlibat perang sarung atau bermain petasan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kapolresta usai acara Bagi Takjil bersama anggota PWI Cilacap pada Selasa 3 Maret 2026.

Selain patroli mobiling, petugas juga melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi langsung kepada kelompok remaja yang masih nongkrong hingga larut malam. Budi menyebut bahwa permainan petasan dinilai berisiko tinggi karena dapat menyebabkan luka bakar, kebakaran, hingga kerusakan properti.

Sementara itu, perang sarung yang dulu dianggap sekadar candaan, kini kerap dimodifikasi dengan memasukkan benda keras ke dalam sarung, sehingga berpotensi melukai peserta. Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut bisa masuk kategori pelanggaran hukum apabila menimbulkan korban atau kerusakan. Oleh karena itu, langkah pencegahan terus diutamakan sebelum terjadi insiden yang lebih serius.

“Kami mengajak tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW untuk turut berperan aktif menjaga situasi lingkungan tetap kondusif. Kegiatan positif seperti tadarus bersama, pesantren kilat, atau ronda malam dinilai lebih bermanfaat dibanding aktivitas yang berisiko,” tuturnya.

Di sejumlah wilayah di Cilacap, warga bahkan sepakat membatasi waktu aktivitas anak-anak demi mencegah potensi keributan. Dengan meningkatnya patroli dan dukungan masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Cilacap tetap aman dan nyaman hingga Hari Raya Idulfitri tiba.

“Kami akan terus melakukan pengawasan secara intensif untuk memastikan keamanan tetap terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap,” pungkas Kapolresta.

Upaya Pencegahan Keributan Saat Ramadan

Beberapa langkah telah diambil oleh aparat kepolisian dan masyarakat untuk mencegah potensi keributan saat Ramadan. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:

  • Patroli Rutin: Aparat kepolisian gencar melakukan patroli di area yang dianggap rawan, seperti permukiman padat, alun-alun, dan jalan protokol.
  • Edukasi Langsung: Petugas melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi kepada remaja yang sering berkumpul hingga larut malam.
  • Kerja Sama dengan Tokoh Masyarakat: Kapolresta mengajak tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
  • Mendorong Kegiatan Positif: Kegiatan seperti tadarus bersama, pesantren kilat, atau ronda malam dianggap lebih bermanfaat daripada aktivitas yang berisiko.
  • Pembatasan Waktu Aktivitas Anak: Di beberapa wilayah, warga sepakat membatasi waktu aktivitas anak-anak untuk mencegah potensi keributan.

Dengan kombinasi dari patroli, edukasi, dan partisipasi masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Cilacap tetap aman dan nyaman.


Pos terkait