Warga Israel panik, belanja makanan di supermarket

Dd0300c0 E132 11ee 9b38 919ecfa5d4e7.png
Dd0300c0 E132 11ee 9b38 919ecfa5d4e7.png

Warga Israel Memborong Makanan dan Minuman di Supermarket

Di tengah situasi yang memicu kekhawatiran, warga Israel mulai memborong makanan dan minuman di berbagai supermarket. Hal ini terjadi sehari setelah Iran menyerang beberapa wilayah Israel dengan rudal. Antrean pembeli semakin panjang, sehingga banyak supermarket harus membuka lebih cepat hingga malam hari.

Peningkatan Permintaan yang Signifikan

Beberapa supermarket di berbagai wilayah Israel mengalami lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Pada hari Minggu (1/3/3036) waktu setempat, cabang-cabang Carrefour terpaksa buka dari pukul 6 pagi hingga tengah malam untuk melayani para pembeli. Menurut laporan yang diterima, volume pembelian di seluruh jaringan Carrefour meningkat sebesar 300 persen. Pesanan belanja online juga meningkat dua kali lipat, sementara pesanan melalui layanan pengiriman Wolt melonjak hingga 400 persen.

Persiapan dan Kesiapan Pasokan

Untuk menghadapi situasi ini, Carrefour telah mempersiapkan diri dengan meningkatkan persediaan stok di semua kategori utama, termasuk produk makanan pokok, air minum, produk bayi, dan produk kebersihan. CEO Carrefour, Michael Luboshitz, menyatakan bahwa sistem logistik mereka beroperasi dengan kapasitas penuh. Ia juga menegaskan bahwa stok barang dagangan cukup, sehingga tidak perlu menambah stok melebihi kebutuhan.

Shufersal, jaringan supermarket terbesar di Israel, terus mengoperasikan semua tokonya dengan kapasitas penuh. Sementara itu, City Market, yang memiliki 80 cabang di seluruh negeri, mengalami peningkatan tajam dalam permintaan produk-produk pokok dalam dua hari terakhir. Jumlah peningkatan tersebut mencapai lebih dari 70%.

Barang-Barang yang Diborong oleh Warga

Warga Israel memilih untuk menimbun berbagai jenis makanan dan minuman. Beberapa barang pokok yang sering diborong antara lain air mineral, telur, susu, produk susu, roti, pasta, serta makanan kaleng seperti tuna. Selain itu, permintaan tinggi juga terjadi pada tisu toilet, tisu dapur, popok, dan makanan bayi.

Kesiapan Staf dan Operasional

City Market, salah satu jaringan toko kelontong besar, telah meningkatkan persediaan dan jumlah staf untuk menghadapi lonjakan permintaan. Pendiri dan CEO City Market, Yossi Schwartz, menyampaikan bahwa mereka akan terus beroperasi sepanjang waktu untuk memastikan rak-rak toko tetap penuh dan dukungan tersedia setiap saat, di setiap cabang.

Upaya untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Jaringan toko tersebut menjelaskan bahwa mereka akan secara teratur mengisi kembali persediaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, mereka berharap dapat memberikan respons cepat terhadap peningkatan permintaan yang terus terjadi.


Pos terkait