Warga Kalsel Diminta Tunda Umrah Akibat Konflik Iran–AS–Israel, Persiapan Haji Berjalan Lancar

P07zm9b7 47
P07zm9b7 47

Warga Kalsel Diimbau Menunda Keberangkatan Umrah

Warga Kalimantan Selatan yang berencana menunaikan ibadah umrah dalam waktu dekat diimbau untuk menunda keberangkatannya. Imbauan ini dikeluarkan setelah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Eddy Khairani menjelaskan bahwa imbauan penundaan umrah dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah. Ia mengatakan:

“Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif.”

Meski situasi kawasan Timur Tengah sedang memanas, persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M bagi jemaah Kalsel dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Eddy menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap seluruh tahapan persiapan yang sedang berjalan.

“Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap seluruh tahapan persiapan yang sedang berjalan,” katanya.

Menurut Eddy, seluruh tahapan persiapan haji masih berlangsung normal, mulai dari perencanaan hingga pemantapan layanan jemaah. Untuk Embarkasi Banjarmasin, tahapan pra-manifest telah rampung dengan total 14 kelompok terbang (kloter) jemaah asal Kalsel.

Saat ini persiapan memasuki tahap pencetakan visa yang selanjutnya akan digabungkan dengan paspor jemaah sebagai bagian dari finalisasi dokumen perjalanan. Ia menjelaskan:

“Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan administrasi dan teknis keberangkatan berjalan sesuai timeline yang telah disusun.”

Eddy juga mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan situasi di Timur Tengah. Ia menekankan:

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjaga suasana kondusif.”

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Persiapan Ibadah Haji Berjalan Lancar

Selain imbauan penundaan umrah, persiapan ibadah haji terus berjalan sesuai rencana. Eddy menyampaikan bahwa seluruh proses persiapan sudah mencapai titik yang memadai. Beberapa langkah penting yang telah dilakukan antara lain:

  • Perencanaan yang matang dan terstruktur.
  • Pemantapan layanan jemaah sejak awal.
  • Penyelesaian tahapan pra-manifestasi.
  • Pencetakan visa yang sudah dimulai dan akan digabungkan dengan paspor jemaah.

Dengan demikian, pihak terkait yakin bahwa semua dokumen perjalanan akan selesai tepat waktu.

Pentingnya Kesadaran dan Kewaspadaan

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Eddy menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi di kawasan Timur Tengah dan memberikan informasi yang akurat dan terkini.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga ketenangan dan saling mendukung dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan jemaah dapat terjaga secara maksimal.

Kesiapan Administratif dan Teknis

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel terus memastikan kesiapan administratif dan teknis keberangkatan. Hal ini melibatkan berbagai pihak, termasuk agen perjalanan haji, lembaga pengelola, dan instansi terkait lainnya.

  • Proses pencetakan visa telah dimulai.
  • Dokumen perjalanan jemaah sedang dalam tahap finalisasi.
  • Semua kloter jemaah telah siap dan siap berangkat sesuai jadwal.

Dengan kesiapan yang optimal, pihak terkait berharap ibadah haji bisa berjalan lancar dan aman bagi seluruh jemaah.

Pos terkait