Penyandang Disabilitas Beri Masukan Langsung ke Gubernur DKI Jakarta
Seorang penyandang disabilitas, Catur, menyampaikan keluhannya secara langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait aksesibilitas halte dan bus yang dinilai belum sepenuhnya ramah bagi pengguna kursi roda. Keluhan tersebut disampaikannya saat ia diajak menjajal Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte MH Thamrin di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3/2026).
JPO tersebut baru saja direvitalisasi dan dilengkapi fasilitas yang diklaim lebih ramah disabilitas. Di hadapan Pramono, Catur mengapresiasi sejumlah halte yang telah aksesibel. Namun, ia menegaskan masih banyak fasilitas yang perlu dibenahi.
“Misalkan di sini ada beberapa halte, kalau nggak salah yang sudah ada itu 55 halte ya, 55 halte yang sudah aksesibel untuk teman-teman disabilitas, tapi sisanya itu masih ada yang belum,” kata Catur.
Awalnya, Catur tampak ragu menyampaikan penilaian ketika diminta Pramono menilai fasilitas umum dan transportasi di Jakarta. Namun, ia akhirnya mengungkapkan kenyataan yang ia alami sehari-hari sebagai pengguna transportasi publik.
Selain halte, Catur juga menyoroti layanan bus MiniTrans yang menurutnya masih menyulitkan pengguna kursi roda karena desain halte dan bus yang terlalu tinggi.
“Tadi juga sempat saya memberikan masukan untuk yang MiniTrans itu kan haltenya masih tinggi-tinggi ya, busnya masih tinggi-tinggi,” kata dia.
Ia mengungkapkan, dirinya bersama komunitas pengguna kursi roda kerap kesulitan saat hendak menggunakan layanan MiniTrans. “Kami, saya dan teman-teman di sana yang kebetulan ada 11 orang ya yang pengguna kursi roda itu kesulitan untuk menggunakan TransJakarta yang MiniTrans itu. Dan kami ketika menggunakan TransJakarta harus ke Pulo Gadung dulu, kemudian baru menggunakan bus yang BRT,” kata Catur.
“Mudah-mudahan nanti apa yang jadi masukan dari saya, dari komunitas kebutuhan dari teman-teman disabilitas bisa dipenuhi ya,” lanjut dia.
Tak hanya itu, Catur juga memberi perhatian khusus pada fasilitas lift di JPO Sarinah. Ia berharap fasilitas tersebut selalu dalam kondisi prima agar benar-benar bisa dimanfaatkan penyandang disabilitas.
“Harapan saya lift-nya jangan sampai mati. Gitu saja,” ungkap Catur.
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono langsung menginstruksikan pengelola transportasi untuk memastikan fasilitas tetap berfungsi dengan baik.
“Pak Dirut (Dirut Transjakarta Welfizon) lift-nya jangan sampai mati,” ucap Pramono.
Beberapa Fasilitas yang Perlu Diperbaiki
- Aksesibilitas halte: Meskipun ada 55 halte yang sudah aksesibel, masih banyak halte lain yang belum memadai.
- Desain bus MiniTrans: Halte dan bus yang terlalu tinggi menyulitkan pengguna kursi roda.
- Lift di JPO Sarinah: Fasilitas ini perlu dipertahankan dalam kondisi baik agar dapat digunakan oleh penyandang disabilitas.





