Warga Kulon Progo Mulai Persiapkan Kebutuhan Lebaran dengan Harga Bahan Pokok yang Melambung
Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Kulon Progo mulai mempersiapkan kebutuhan bahan pokok (bapok) untuk menyambut hari raya. Namun, kondisi ini dihadapi dengan tantangan naiknya harga sejumlah komoditas bapok. Hal ini membuat warga mengeluhkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan harian dan persiapan Lebaran.
Ina, seorang ibu rumah tangga asal Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, mengatakan bahwa saat ini harga bahan pokok di pasaran menjadi lebih mahal. Ia merasa bahwa kenaikan harga tidak sebanding dengan penghasilannya yang stagnan. Meski demikian, Ina tetap berupaya agar kebutuhan Lebaran nanti bisa terpenuhi.
Salah satu solusi yang ia ambil adalah membeli bapok di Operasi Pasar (OP) Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo. Ia rela mengantre cukup lama demi mendapatkan komoditas bapok yang harganya lebih murah dari pasar. Setelah membeli kebutuhannya, Ina merasa lega.
Lasmi, warga Kalurahan Tuksono, Sentolo, juga mengeluhkan kenaikan harga bapok. Ia menyebut harga telur ayam di pasar saat ini mencapai kisaran Rp30 ribu per kilogram (kg), sedangkan di warung bisa mencapai Rp32 ribu per kg. Begitu juga dengan gula pasir yang saat ini harganya mencapai Rp18 ribu per kg. Oleh karena itu, Lasmi sengaja datang ke Pasar Murah karena sangat membantu.
Ia membeli beras, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir di Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Kapanewon Sentolo. Harga tiap komoditas lebih murah sekitar Rp3000 dari pasaran. Seperti Ina, Lasmi akan memanfaatkan bahan yang dibelinya untuk kebutuhan harian serta persiapan Lebaran, terutama untuk membuat kue-kue. Ia berharap Pasar Murah ini bisa diadakan lagi nanti.
Lima Komoditas yang Disubsidi Harganya
Penelaah Teknis Kebijakan, Bidang Usaha Perdagangan, Disdag Kulon Progo, Yoga menjelaskan bahwa OP Pasar Murah mulai dilaksanakan pekan ini sampai 14 Maret mendatang. Gelaran Pasar Murah ini dilaksanakan di 12 kapanewon di Kulon Progo.
Setidaknya ada lima komoditas bapok yang mendapat subsidi harga dari Disdag. Kelima komoditas tersebut adalah beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan tepung terigu. Adanya subsidi membuat harganya jadi lebih murah.
“Lima komoditas tersebut masing-masing mendapat subsidi harga sebesar Rp 3 ribu untuk memangkas biaya transportasi,” jelas Yoga. Subsidi ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bapok menjelang Lebaran.
Daftar Komoditas yang Diberikan Subsidi:
- Beras
- Minyak goreng
- Telur ayam
- Gula pasir
- Tepung terigu





