Masalah Asap dari PT Hopson Aceh Industri Mengganggu Kesehatan Warga Desa Pinang Rugup
Aktivitas perusahaan PT Hopson Aceh Industri (HAI), yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus, kini menjadi sorotan masyarakat Desa Pinang Rugup, Kabupaten Gayo Lues. Warga setempat mengeluhkan asap yang diduga berasal dari proses produksi perusahaan tersebut, yang menyebar hingga ke permukiman penduduk dan menimbulkan keresahan.
Beberapa warga mengaku merasakan dampak langsung dari asap yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menyebutkan bahwa kondisi udara di desa berubah, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan bahkan mengganggu kesehatan. “Asapnya terasa sampai ke rumah. Baunya menyengat dan membuat sesak,” ujar Anto (44), salah seorang warga Pinang Rugup, Minggu (29/2/2026).
Menurut keterangan warga, intensitas asap semakin meningkat dan menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Beberapa warga bahkan telah mendatangi Kantor PT HAI untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Namun, jawaban yang diterima dianggap kurang memuaskan dan tidak memberikan solusi nyata atas keresahan masyarakat.
Masyarakat berharap pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi resmi serta mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Mereka juga meminta instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Hal ini penting guna memastikan sumber asap, dampaknya terhadap lingkungan, serta potensi risiko kesehatan bagi warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Hopson belum memberikan tanggapan resmi meski sudah dihubungi melalui WhatsApp (WA). Kondisi ini semakin menambah ketidakpastian di tengah keresahan masyarakat.
Warga Desa Pinang Rugup menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan industri di wilayahnya. Namun mereka menuntut agar aktivitas perusahaan tidak mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Mengingat lokasi perusahaan berdekatan dengan permukiman, warga menilai penting adanya pengelolaan limbah dan emisi yang sesuai standar agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat juga mengingatkan bahwa keberadaan industri seharusnya membawa manfaat bagi warga sekitar, bukan justru menimbulkan masalah baru. Mereka menekankan perlunya transparansi dari pihak perusahaan terkait proses produksi, serta komitmen untuk menjaga lingkungan.
Keresahan ini menjadi ujian bagi semua pihak, baik perusahaan, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Jika tidak segera ditangani, persoalan asap dapat berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan investigasi mendalam dan memberikan rekomendasi solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, kasus ini bukan hanya soal polusi udara, tetapi juga tentang bagaimana aktivitas industri harus berjalan seimbang dengan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Desa Pinang Rugup kini menunggu kepastian, apakah suara mereka akan didengar dan ditindaklanjuti, atau dibiarkan menjadi keresahan berkepanjangan.





