Warga Pulau Makian Protes Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi

Pemenuhan Kebutuhan Bbm Bersubsidi Bagi Nelayan 16jj6 Dom
Pemenuhan Kebutuhan Bbm Bersubsidi Bagi Nelayan 16jj6 Dom

Warga Pulau Makian Berunjuk Rasa Terkait Penyaluran BBM Bersubsidi

Pada hari Selasa (2/3/2026), sejumlah warga di Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara, melakukan aksi unjuk rasa di SPBU setempat. Aksi ini berlangsung dari pukul 10:00 hingga pukul 12.30 WIT. Mereka mengecam penyaluran BBM bersubsidi yang dinilai tidak tepat sasaran dan menyebabkan kesulitan bagi masyarakat setempat.

Dalam aksi tersebut, warga menggunakan pengeras suara dan berorasi untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka juga membawa spanduk dengan tulisan protes terhadap distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut. Koordinator aksi, Mursal Hamir, menjelaskan bahwa meskipun BBM bersubsidi rutin dipasok ke SPBU, namun cepat habis dan tidak mencukupi kebutuhan warga.

Menurutnya, ada dugaan bahwa penyaluran BBM bersubsidi lebih menguntungkan kalangan tertentu seperti pengusaha dan konsumen yang bukan warga Pulau Makian. Hal ini menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan BBM, padahal regulasi pemerintah telah menetapkan penyaluran yang harus tepat sasaran.

Mursal Hamir menyatakan bahwa pengelolaan BBM bersubsidi harus mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Regulasi ini mengatur penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM bersubsidi. Menurutnya, penyaluran BBM subsidi tidak boleh dijadikan sebagai ladang bisnis pribadi yang hanya menguntungkan pengusaha tertentu.

Ia menekankan bahwa penyaluran BBM bersubsidi harus mengutamakan kepentingan warga karena BBM tersebut disubsidi oleh pemerintah. Ia khawatir jika praktik penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai regulasi terus berlanjut, akan menimbulkan krisis BBM di masa depan.

Oleh karena itu, Mursal Hamir meminta Polsek Pulau Makian untuk menelusuri dugaan penyelewengan dan praktik mafia BBM bersubsidi. Ia menilai bahwa situasi ini sangat penting, terlebih saat ini adalah bulan Ramadan, di mana kebutuhan BBM untuk operasional dapur rumah dan kegiatan lainnya sangat tinggi.

Ia menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini dilakukan agar pihak berwenang segera turun tangan dan menyelesaikan masalah penyaluran BBM bersubsidi yang tidak adil. Dengan demikian, warga Pulau Makian dapat memperoleh BBM secara merata dan sesuai regulasi yang berlaku.


Pos terkait