Pertumbuhan Pasar Modal Sulawesi Selatan Terus Menggeliat
Pasar modal di Sulawesi Selutan (Sulsel) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga akhir Desember 2025. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan investasi. Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di Sulsel mencapai 525.596 SID per Desember 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 31,23 persen secara tahunan dibandingkan posisi Desember 2024 yang tercatat sebanyak 400.517 SID.
Penjelasan Pertumbuhan Investasi
Peningkatan ini didorong oleh semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi. Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa kinerja positif pasar modal di Sulsel sejalan dengan meningkatnya minat dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi.
Dari sisi jenis instrumen investasi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada portofolio saham. Jumlah investor saham tercatat sebanyak 180.427 SID pada Desember 2025, meningkat 40,46 persen year on year (yoy) dari 128.450 SID pada Desember 2024. Sebelumnya, pada Desember 2023 jumlah investor saham tercatat 102.305 SID. Peningkatan ini sejalan dengan nilai akumulasi transaksi saham hingga Desember 2025 yang mencapai Rp39,90 triliun year to date (ytd).
Selain itu, jumlah investor reksa dana juga mengalami pertumbuhan signifikan. Pada Desember 2025, jumlah SID reksa dana tercatat 499.226, naik 30,48 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 382.599 SID. Pada Desember 2023, jumlahnya masih 303.350 SID. Hal ini menandakan semakin luasnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang relatif terdiversifikasi.
Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) turut mencatatkan pertumbuhan positif. Jumlah investor SBN di Sulawesi Selatan mencapai 21.480 SID pada Desember 2025, meningkat 19,75 persen yoy dari 17.938 SID pada Desember 2024. Pada Desember 2023, jumlah investor SBN tercatat sebanyak 15.151 SID.
Tren Investasi di Sulawesi Selatan
Berdasarkan data historis, jumlah SID di Sulsel terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada Desember 2023, jumlah SID masih berada di angka 318.684 dan pada Desember 2024 tercatat 400.517. Dengan peningkatan hingga Desember 2025, angka ini menunjukkan tren yang sangat positif.
Tidak hanya jumlah investor yang meningkat, tetapi juga nilai transaksi yang tercatat. Transaksi saham mencapai Rp39,90 triliun hingga Desember 2025. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya lebih banyak berinvestasi, tetapi juga lebih aktif dalam melakukan transaksi.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Menurut OJK, faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar modal di Sulsel adalah tingginya partisipasi masyarakat dalam investasi. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi serta akses yang semakin mudah ke berbagai instrumen keuangan menjadi salah satu alasan utamanya.
Selain itu, adanya program edukasi dan sosialisasi dari lembaga-lembaga keuangan seperti OJK juga turut berkontribusi dalam memperluas partisipasi masyarakat. Program-program tersebut membantu masyarakat lebih memahami risiko dan manfaat dari berbagai instrumen investasi.
Kesimpulan
Pertumbuhan pasar modal di Sulawesi Selatan terus menggeliat, baik dari segi jumlah investor maupun nilai transaksi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan pribadi. Dengan dukungan dari lembaga keuangan dan upaya pemerintah dalam memperluas akses investasi, pasar modal di Sulsel diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.





