Warga Tewas di Iran, China Minta Gencatan Perang

Aa1hhzhd 1
Aa1hhzhd 1

Pernyataan China Terkait Konflik di Timur Tengah

Pemerintah Tiongkok pada hari Senin (2/3/2026) mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di kawasan Timur Tengah untuk segera menghentikan tindakan militer. Beijing menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan mencegah perluasan konflik dengan memprioritaskan dialog dan negosiasi sebagai solusi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers. Ia menyatakan bahwa tugas utama saat ini adalah menghentikan operasi militer secepatnya dan mencegah penyebaran serta limpahan konflik.

  • “Tugas paling mendesak adalah penghentian segera operasi militer dan mencegah penyebaran serta limpahan konflik,” katanya sambil menegaskan pentingnya penyelesaian melalui dialog dan negosiasi.

Warga China Tewas di Teheran

Di tengah situasi yang semakin memburuk, pemerintah Tiongkok memastikan satu warganya meninggal dunia di Teheran akibat serangan yang sedang berlangsung. Dalam insiden yang sama, pasukan Amerika Serikat (AS) juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Mao Ning menyebut bahwa kementeriannya telah mengambil langkah-langkah perlindungan bagi pihak yang terdampak. Ia menambahkan bahwa Kedutaan Besar Tiongkok di Iran telah diperintahkan untuk memberikan bantuan kepada individu yang terlibat dan keluarganya. Namun, tidak ada informasi tambahan yang diberikan mengenai identitas korban atau detail kejadian.

Tiongkok Tidak Diberi Pemberitahuan Awal

Lebih lanjut, Tiongkok menyatakan bahwa mereka tidak menerima informasi awal dari AS terkait rencana operasi militer tersebut. Selain itu, Tiongkok bersama Rusia mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera menggelar pertemuan darurat.

Dalam pernyataannya, Tiongkok mengkritik tindakan Washington sebagai agresi terbuka terhadap negara berdaulat, praktik politik kekuatan dan hegemoni, pelanggaran serius terhadap tujuan serta prinsip Piagam PBB, aksi tanpa otorisasi DK PBB, hingga pembunuhan terhadap pemimpin berdaulat dan upaya pemaksaan perubahan rezim.

Dalam perkembangan diplomatik, Menteri Luar Negeri Wang Yi melakukan komunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Wang meminta agar segera diberlakukan gencatan senjata dan dimulainya kembali dialog guna mencegah konflik regional yang lebih luas. Tiongkok kembali menekankan bahwa kedaulatan, keamanan, serta keutuhan wilayah setiap negara di kawasan Teluk harus dihormati sepenuhnya.

Evakuasi Warga China dari Kawasan Konflik

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok mempercepat proses evakuasi warganya dari kawasan konflik demi melindungi keselamatan mereka. Warga yang masih berada di Iran diminta untuk keluar melalui empat jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turki, atau Irak. Lebih dari 3 ribu orang telah berhasil meninggalkan negara tersebut.

Sementara itu, warga Tiongkok di Israel dianjurkan untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman atau keluar lewat perbatasan Taba menuju Mesir. Sejak pekan lalu, otoritas Tiongkok sudah melarang perjalanan ke Iran karena kondisi keamanan yang memburuk. Kini imbauan tersebut diperluas ke seluruh kawasan setelah muncul laporan mengenai warga yang terluka maupun terlantar.

Konflik yang sedang berlangsung turut menyebabkan gangguan pada jadwal penerbangan di kawasan Timur Tengah. Pengawal Revolusi Iran menyatakan kesiapan untuk melancarkan operasi paling ganas sepanjang sejarah terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan berat akibat serangan Iran.

Komunikasi Antara China dan AS Tetap Berjalan

Meskipun ketegangan meningkat, jalur komunikasi antara Tiongkok dan AS tetap berjalan. Mao Ning menyampaikan bahwa kedua negara masih menjaga komunikasi terkait interaksi antara pemimpin masing-masing menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok yang dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April 2026, yang menjadi lawatan pertama Trump ke Tiongkok pada periode jabatan keduanya.

Pos terkait