Waspadai Kemacetan, Jalan Nasional di Jateng Diperbaiki Hingga H-10 Lebaran

Kemacetan Jalan Perbatasan Yogyakarta Jateng 15709 Dom
Kemacetan Jalan Perbatasan Yogyakarta Jateng 15709 Dom

Perbaikan Jalan Nasional di Jawa Tengah dan DIY Menjelang Arus Mudik

Sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang dalam proses perbaikan untuk memastikan kelancaran lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pekerjaan konstruksi ini akan dihentikan sementara mulai H-10 sebelum Lebaran, guna menghindari gangguan terhadap pengguna jalan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

“Kita targetkan H-10 sebelum Lebaran semua kegiatan di ruas jalan nasional wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah dihentikan sementara. Setelah itu, baru dilanjutkan kembali usai arus mudik dan balik,” ujar Iqbal saat konferensi pers di kantor BBPJN Jateng – DIY, Jalan Soekarno – Hatta Karangjati, Jumat (27/2/2026) malam.

Panjang Jalan Nasional di Wilayah Jateng-DIY

Secara keseluruhan, panjang jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 1.888,69 kilometer (km), terdiri atas 1.581,45 km di Jawa Tengah dan 307,24 km di DIY. Berdasarkan survei Semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Jateng-DIY mencapai 94,20 persen. Rinciannya, Jawa Tengah sebesar 93,47 persen dan DIY sebesar 97,96 persen.

Meski demikian, beberapa ruas jalan masih menjadi perhatian khusus, terutama di jalur Pantai Utara (Pantura) dan sebagian Jalur Pantai Selatan (Pansela). Lima paket pekerjaan besar di Pantura dibiayai melalui SBSN dengan kontrak multi years maupun single years.

Proyek Perbaikan Jalan di Jalur Pantura

Beberapa proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung antara lain:

  • Jalan Pemalang – Pekalongan sepanjang 9,71 km
  • Jalan Pekalongan – Batang – Plelen sepanjang 17 km

Proyek Jalan Pekalongan – Batang – Plelen dimulai pertengahan Januari karena hujan awal Januari. Tim lapangan mulai melakukan penanganan sejak pertengahan Januari, dan alhamdulillah sudah mulai tertangani meskipun belum sepenuhnya tuntas. Target dari proyek ini adalah 17 kilometer.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada:

  • Jalan Weleri – Kendal – Semarang sepanjang 12,67 km
  • Jalan Semarang – Demak – Kudus sepanjang 5 km
  • Jalan Kudus-Pati-Rembang sepanjang 14,37 km
  • Arah Semarang – Demak – Kudus sepanjang 5 km
  • Kudus – Pati – Rembang sepanjang 14,37 km

“Pekan ini mungkin sudah mulai macet ya mohon maaf karena mengganggu kenyamanan,” ucap Iqbal.

Penanganan Banjir di Kawasan Kaligawe Semarang

Di kawasan Kaligawe Semarang hingga Demak, dilakukan peninggian jalan untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Sepanjang 700 meter ruas Kaligawe arah Demak sudah dapat difungsikan dengan konstruksi rigid menjelang H-10. Sisa pekerjaan akan dilanjutkan setelah Lebaran hingga Terminal Terboyo dan arah Semarang.

“Nanti, setelah lebaran setelah H+10 baru kita lanjutkan lagi yang sisanya sampai di Terminal Terboyo,” ujar Iqbal.

Proyek di Wilayah Lain

Selain itu, Iqbal menambahkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan juga dilakukan di:

  • Penjagan – Prupuk Tahap 2 sepanjang 9,22 km
  • Ruas Jalan Tegal – Slawi – Wangon sepanjang 19,39 km

Proyek-proyek ini bertujuan untuk mendukung arus mudik lebaran menuju Banyumas, Purwokerto, dan Cilacap. Selain itu, ada juga kegiatan di wilayah sekitar Solo dan daerah Kebumen sampai dengan Cilacap. Namun, fokus utama tetap pada kesiapan di jalur Pantai Utara dan Jalur penghubung dari Pejagan Slawi menuju ke Cilacap.

Pos terkait