PALANGKA RAYA, islamipedia.id.CO
– Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat memasuki musim pancaroba. Musim ini berbarengan dengan bulan Ramadan, sehingga kekhawatiran akan kesehatan masyarakat semakin meningkat.
Menurut Riduan, perubahan cuaca yang tidak menentu seperti hujan dan panas yang bergantian sering kali memicu gangguan kesehatan, terutama batuk dan pilek. Hal ini disebabkan oleh ketidakstabilan suhu dan kelembapan udara yang bisa mengganggu sistem imun tubuh.
“Biasanya, ketika masuk musim pancaroba, penyakit yang sering muncul adalah ISPA, batuk, dan pilek. Perubahan cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas menjadi faktor utamanya,” ujarnya pada Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi dengan menjaga daya tahan tubuh, terutama selama menjalankan ibadah puasa. Perubahan pola makan dan minum selama Ramadan dapat memengaruhi kesehatan, sehingga diperlukan perhatian ekstra.
“Kita mengedukasi masyarakat, terutama di bulan puasa. Saat berbuka, sebaiknya jangan langsung minum yang merangsang batuk. Disarankan untuk minum air hangat, teh hangat, atau air putih hangat terlebih dahulu,” tambahnya.
Riduan juga mengimbau warga yang mengalami gejala batuk dan pilek agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Jika memang sakit, silakan datang ke puskesmas terdekat. Bawa BPJS, pasti dilayani. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Dia berharap masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama musim pancaroba. Ini melibatkan perhatian terhadap asupan cairan dan pola hidup sehat.
“Harapan kita di musim pancaroba ini adalah masyarakat bisa menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum dan menjaga kesehatan, sehingga penyakit seperti ISPA bisa diminimalisir,” tutupnya.





