Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan
Di bulan Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan penyesuaian menu. Badan Gizi Nasional (BGN) mengganti menu makanan menjadi makanan ringan yang cocok untuk disantap saat berbuka puasa. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kebutuhan nutrisi para peserta program.
Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, memberikan usulan terkait perubahan bentuk bantuan MBG selama bulan puasa. Ia menyarankan agar bantuan tidak lagi dalam bentuk makanan, melainkan uang tunai. Usulan ini diungkapkan oleh Maigus Nasir saat menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang, Jumat, 27 Februari 2026.
“Kami mengusulkan agar selama Ramadan, bantuan makanan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua,” ujar Maigus Nasir. Menurutnya, penggantian menu tersebut diharapkan dapat membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Dengan uang tunai, para orang tua bisa membeli makanan di pasar takjil atau “Pasa Pabukoan”.
“Kita berharap dana tersebut dapat berputar di UMKM lokal. Terlebih, seluruh siswa SD dan SMP sedang mengikuti Pesantren Ramadan di masjid dan musala, sehingga distribusi makanan yang biasanya ke sekolah akan mengalami kendala logistik,” tambahnya.
Maigus Nasir juga menekankan bahwa MBG bukan hanya sebagai program kesehatan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi. Perputaran uang di Kota Padang mencapai Rp1,4 miliar per hari.
Jangkauan dan Realisasi Program MBG
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kota Padang sekaligus Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi, menjelaskan bahwa hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 59 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG ini melayani 460 sekolah di sepuluh kecamatan.
Hingga Februari 2026, total penerima manfaat MBG telah mencapai 143.056 orang. Angka ini terdiri dari peserta didik PAUD hingga SMA yang berjumlah 128.348 jiwa. Selain itu, ada ibu hamil dan menyusui sebanyak 11.340 jiwa serta pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.368 jiwa.
“Realisasi saat ini sudah mencapai 50,91 persen. Target kita di tahun 2026 adalah menambah 41 unit SPPG lagi sehingga total menjadi 96 unit, semua itu guna memastikan seluruh anak di Kota Padang terlayani,” ujar Alfiadi.
Tujuan dan Manfaat Program
Program MBG memiliki tujuan utama untuk memastikan ketersediaan gizi yang cukup bagi anak-anak, ibu hamil, dan tenaga pendidik. Dengan adanya program ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat meningkat secara signifikan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk mendukung perekonomian lokal. Dengan penggunaan uang tunai, para pelaku UMKM dapat lebih mudah menjual produk mereka, terutama selama masa Ramadan.
Dalam beberapa tahun terakhir, MBG telah berkembang pesat dan semakin mencakup banyak wilayah di Kota Padang. Dengan rencana penambahan SPPG, diharapkan akses layanan gizi akan semakin merata dan efektif.
Tantangan dan Solusi
Meski demikian, program ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala logistik dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, pihak terkait terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggantian bentuk bantuan dari makanan ke uang tunai, seperti yang diajukan oleh Wakil Wali Kota Padang. Dengan demikian, diharapkan program MBG dapat lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.





