Pemkot Siantar Dukung Perayaan Imlek dengan Kolaborasi yang Menyeluruh
DPD Walubi Kota Pematangsiantar memberikan apresiasi terhadap upaya Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn dalam menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Tionghoa di Kota Pematangsiantar. Hal ini terasa khususnya pada momen perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi.
Wakil Ketua DPD Walubi Kota Pematangsiantar, Chandra Yau, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar telah hadir dan memfasilitasi perayaan Cap Go Meh tahun ini. Ia menilai, perayaan kali ini berjalan dengan sangat semarak berkat kolaborasi antara DPD Walubi Pematangsiantar, Pemko Pematangsiantar, dan Polresta Pematangsiantar.
“Perayaan Cap Go Meh tahun ini begitu semarak dengan adanya kolaborasi DPD Walubi Pematangsiantar, Pemko Pematangsiantar dan Polresta Pematangsiantar sehingga acara berjalan lancar, aman, meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Chandra.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan hiburan kepada seluruh masyarakat Pematangsiantar tanpa memandang agama, ras, atau suku.
Dari perayaan ini, semua masyarakat merasakan suasana hangat saat menyaksikan parade Naga dan Barongsai yang melintasi jalan protokol di Pematangsiantar.
“Semoga ini bisa menjadi salah satu poin untuk mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota paling Toleransi di Indonesia,” tambah Chandra.

Selain itu, Wali Kota Wesly Silalahi melalui Dinas PRKP Pematangsiantar juga memasang ornamen lampion di enam titik strategis di Kota Pematangsiantar. Ornamen ini merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan masyarakat Tionghoa di kota ini.
Di Siantar, komunitas masyarakat Tionghoa memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan, perdagangan, jasa, hingga pembangunan. Kolaborasi dalam kemajemukan ini membawa Siantar masuk ke dalam lima besar Indeks Kota Toleransi (IKT) tahun 2025.
Wesly Silalahi dan istri Ny Liswati Sinaga turut hadir dalam perayaan Imlek bersama PT STTC dan Walubi pada Jumat (27/2/2026). Ia bahkan mengikuti tradisi Yusheng, yaitu makan ikan mentah secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran.
“Kebersamaan selama ini merupakan simbol harmoni dalam fondasi utama membangun Kota Siantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras,” ujar Wesly dalam sambutannya.





