WIKA Gagal Bayar Kupon, Pefindo Turunkan Peringkat ke idD

Aa1mrjhl
Aa1mrjhl



PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat obligasi berkelanjutan II tahap II PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjadi idD dari sebelumnya idCCC. Penurunan ini juga berlaku untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II seri B dan seri C, yang kini memiliki peringkat idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy).

Analis Pefindo Agung Iskandar menjelaskan bahwa penurunan peringkat dilakukan sebagai tindak lanjut dari penundaan pembayaran kupon oleh WIKA terhadap instrumen keuangan yang jatuh tempo pada 18 Februari 2026. Meskipun demikian, Pefindo tetap mempertahankan peringkat idSD untuk WIKA serta peringkat idD untuk obligasi dan sukuk lainnya yang masih beredar.

Menurut Agung, peringkat tersebut mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang lemah serta risiko ekspansi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa peringkat dapat dievaluasi kembali jika WIKA mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok dan kupon obligasi serta sukuk yang sudah jatuh tempo.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (20/2/2026) menjelaskan bahwa sejak tahun 2025, WIKA menghadapi tantangan akibat penurunan kondisi pasar industri konstruksi nasional. Hal ini berdampak pada penurunan perolehan kontrak baru. Hingga Desember 2025, WIKA berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 17,5 triliun, dengan mayoritas diperoleh pada bulan Desember.

Namun, jumlah kontrak baru tersebut turun sebesar 15% dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada penurunan penjualan dan penerimaan cash in.

Selain itu, WIKA masih memiliki penugasan atas investasi jangka panjang yang berasal dari pinjaman jangka pendek. Investasi ini belum mampu memberikan imbal hasil positif dan berkontribusi pada tingginya beban bunga. “Kondisi tersebut mengakibatkan keterbatasan unrestricted cash untuk pemenuhan kewajiban pembayaran bunga Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah,” ujar Ngatemin.

Akibatnya, WIKA perlu menunda atau menangguhkan pembayaran bunga obligasi, pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah, dan pokok yang jatuh tempo pada tanggal pembayaran.

WIKA mengakui telah melakukan upaya transformasi yang berhasil membukukan kinerja positif pada core business (EBITDA operasi di luar entitas pengendalian bersama). Namun, perusahaan ini tetap memerlukan waktu dan dukungan seluruh pihak untuk penyehatan kondisi usaha, keuangan, serta pemenuhan debt services.

Beberapa langkah strategis sedang dipertimbangkan untuk memperbaiki situasi keuangan WIKA. Diantaranya adalah peningkatan efisiensi operasional, diversifikasi portofolio bisnis, serta optimasi manajemen utang. Selain itu, WIKA juga akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses restrukturisasi utang dan pemenuhan kewajiban finansial.

Perusahaan berharap bahwa langkah-langkah tersebut dapat membantu memulihkan reputasi dan stabilitas keuangan WIKA dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka juga akan terus memantau perkembangan pasar serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Pos terkait