Wilayah Aceh Singkil diguyur hujan, termasuk Gunung Meriah dan Suro Makmur

Simpang Tugu Rimo Yang Menjadi Ikon Kecamatan Gunung Meriah
Simpang Tugu Rimo Yang Menjadi Ikon Kecamatan Gunung Meriah

Wilayah Kabupaten Aceh Singkil Diguyur Hujan Ringan

Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, sebagian wilayah Kabupaten Aceh Singkil diguyur hujan. Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil Utara, dan Kecamatan Suro Makmur. Hujan turun dengan intensitas ringan di empat kecamatan tersebut.

Sementara itu, enam kecamatan lainnya mengalami kondisi berawan. Rincian kecamatan yang berawan adalah Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkohor, Danau Paris, Kota Baharu, dan Kecamatan Pulau Banyak. Salah satu kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil, yaitu Kecamatan Singkil, diprediksi mengalami udara kabur.

Berdasarkan data dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu rata-rata di Kabupaten Aceh Singkil berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celcius. Kelembapan udara juga cukup tinggi, mencapai antara 66 persen hingga 98 persen.

Cuaca Wilayah Maritim Aceh Singkil

Cuaca di wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil tercatat berawan tebal. Suhu di wilayah tersebut mencapai 27 derajat Celcius dengan kelembaban relatif sebesar 84 persen. Angin berhembus dari arah utara dengan kecepatan 5 knot, sementara arus laut bergerak ke barat daya dengan kecepatan 44 sentimeter per detik.

Gelombang di wilayah perairan Aceh Singkil diprediksi memiliki ketinggian sekitar 1,1 meter. Kategori gelombang ini termasuk rendah. Namun, nelayan dan warga yang melaut tetap diminta untuk berhati-hati. Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan seperti pelambung dan alat komunikasi untuk menghubungi keluarga dalam keadaan darurat.

Tips Keselamatan Saat Melaut

Beberapa langkah penting yang harus diperhatikan oleh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut antara lain:

  • Memastikan keberadaan pelambung yang dapat membantu menunjukkan posisi kapal.
  • Membawa alat komunikasi seperti radio atau telepon genggam agar dapat menghubungi pihak terdekat jika terjadi hal tak terduga.
  • Menggunakan global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi secara akurat.

Dengan memperhatikan tanda-tanda alam, warga setempat bisa lebih waspada terhadap perubahan cuaca. Namun, kadang pengamatan melalui tanda-tanda alam terbatas karena jarak pandang yang kurang optimal.


Pos terkait