JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance mengakui bahwa tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan syariah, terutama pembiayaan haji, adalah keterbatasan pangsa pasar. Hal ini disebabkan oleh distribusi cabang syariah perusahaan yang belum merata di berbagai wilayah.
Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menjelaskan bahwa tantangan tersebut menyebabkan akses dan penetrasi pembiayaan syariah ke calon nasabah masih belum optimal. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan menargetkan perluasan cakupan dengan membuka kantor cabang syariah serta memaksimalkan layanan digital.
“Dengan melakukan pembukaan kantor cabang syariah dan meningkatkan penggunaan layanan digital, kami berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap produk pembiayaan syariah,” ujarnya.
Meskipun demikian, Cincin menyampaikan bahwa pada tahun 2025, pembiayaan haji yang disalurkan oleh WOM Finance menunjukkan tren positif. Dari April hingga Desember 2025, kinerja produk tersebut mencatat pertumbuhan rata-rata bulanan sebesar 72%.
“Meski tingkat pertumbuhannya cukup baik, sampai saat ini pembiayaan haji belum menjadi kontributor utama dalam portofolio syariah. Saat ini, portofolio syariah masih didominasi oleh pembiayaan motor baru syariah,” tambahnya.
Untuk terus mengembangkan pembiayaan syariah, khususnya produk haji, WOM Finance akan fokus pada penguatan ekosistem syariah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra seperti penyedia travel, majelis ta’lim, dan lembaga terkait. Selain itu, perusahaan juga akan memperluas cakupan dan meningkatkan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada peningkatan fitur dan layanan produk agar lebih kompetitif di tengah persaingan industri multifinance yang semakin ketat.
Lebih lanjut, Cincin mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan syariah secara keseluruhan meningkat sebesar 20% (year on year/YoY) sepanjang 2025. Ia menyebut bahwa kontribusi pembiayaan ini masih lebih kecil dibandingkan portofolio konvensional.
“Pada 2026, kami memproyeksikan pembiayaan syariah akan terus tumbuh dengan target peningkatan kontribusi terhadap total portofolio pembiayaan. Ini didorong oleh ekspansi segmen pasar dengan mengoptimalkan ekosistem syariah, perluasan cakupan wilayah, dan optimalisasi digitalisasi layanan,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Cincin, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif pada produk haji dan emas dengan tetap menjaga kualitas aset dan tingkat pembiayaan bermasalah dalam batas yang sehat.





