Pada tahun 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) telah memperkuat kapasitas jaringannya guna menghadapi lonjakan lalu lintas data selama bulan Ramadan dan libur Lebaran. Perseroan menyiapkan infrastruktur jaringan 4G dan 5G di 33 kota/kabupaten serta mengoperasikan lebih dari 100 stasiun transceiver bergerak (MBTS) tambahan di wilayah prioritas.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa lalu lintas data diperkirakan meningkat sekitar 20%–30% selama periode tersebut. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh aktivitas digital seperti streaming video, media sosial, dan layanan pesan instan.
“Ramadan dan Lebaran selalu menjadi masa dengan beban lalu lintas tertinggi. Oleh karena itu, kami memperkuat kapasitas jaringan, terutama di jalur mudik dan daerah wisata,” ujar Shurish di Jakarta.
Secara regional, Jawa masih menjadi kontributor utama peningkatan lalu lintas data. Kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur diproyeksikan mengalami lonjakan penggunaan jaringan hingga 60%–70%, yang disebabkan oleh meningkatnya pergerakan masyarakat saat mudik.
Dalam hal teknologi, XLSMART menggunakan jaringan berbasis AI-Ready untuk memantau lonjakan lalu lintas secara real time. Sistem ini memungkinkan perusahaan melakukan re-balancing kapasitas secara otomatis ketika terjadi kepadatan di titik tertentu.
“Ke depan, pengelolaan jaringan tidak hanya tentang menambah kapasitas, tetapi juga bagaimana mengelola arus lalu lintas secara dinamis berdasarkan data,” kata Shurish.
Selain penguatan infrastruktur, XLSMART juga menyiagakan sumber daya operasional selama Ramadan hingga Lebaran. Network Operations Center (NOC) akan beroperasi 24 jam, didukung oleh tim lapangan untuk menjaga stabilitas layanan di seluruh wilayah operasional.
Di sisi komersial, XLSMART melalui merek Smartfren menyediakan berbagai paket data dan program promosi Ramadan untuk menjaga daya tarik layanan di tengah potensi lonjakan konsumsi data. Strategi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan lalu lintas sekaligus mempertahankan basis pelanggan di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat.
Manajemen percaya bahwa Ramadan dan Lebaran tetap menjadi momen penting bagi operator seluler dalam menguji kesiapan jaringan sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan dari layanan data.





