Zaskia Mecca Nyaris Tewas Dihantam Rudal, Kenangan di Al Aqsa Muncul Saat Perang Iran vs AS-Israel

179589 Medium 1
179589 Medium 1

Pengalaman Mengerikan Zaskia Adya Mecca Saat Berada di Masjid Al Aqsa

Artis ternama Zaskia Adya Mecca baru-baru ini berbagi pengalaman mengerikan yang dialaminya saat berada di Masjid Al Aqsa, Palestina. Ia mengungkap bahwa dirinya hampir saja menjadi korban dari serangan rudal Iran yang terjadi saat itu.

Pengalaman tersebut terjadi ketika Zaskia sedang berkunjung ke Palestina bersama rombongan tour guide. Pada saat itu, rudal dari Iran menyerang tentara Israel yang berada di sekitar Masjid Al Aqsa. Meskipun situasi sangat memicu rasa takut, Zaskia mengaku bahwa ia sempat hampir terkena reruntuhan dari serangan tersebut.

“Pernah ku di Aqsa merasakan serangan rudal balasan dari Iran. IDF (tentara Israel) pada panik lari ke sana sini, tour guide kita tetap anteng menjelaskan,” tulis Zaskia dalam unggahan Instagram-nya.

Meski melihat langsung kejadian tersebut, Zaskia justru merasa puas dengan tindakan Iran. Bahkan, ia menyampaikan harapan agar Iran terus melakukan serangan terhadap pihak Israel.

Sebagai sosok yang sudah lama menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, Zaskia berharap agar negara tersebut segera bebas dari penjajahan Israel. Ia juga menyatakan bahwa dirinya siap untuk gugur jika diperlukan.

“Ga perlu takut kalau kita sedang berada ditempat terbaik. Malah langsung bisa ambil barisan pejuang terdepan,” tulis Zaskia.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Di tengah ketegangan antara Iran dan Israel, kabar duka datang dari Iran. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi negara tersebut, dilaporkan tewas dalam operasi militer Epic Fury yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui akun Truth Social-nya. Ia menyebut Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah dan menyatakan bahwa kematian ini adalah keadilan bagi rakyat Iran maupun warga Amerika yang telah menjadi korban.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tulis Trump.

Ia juga menyatakan bahwa kematian Khamenei menjadi kesempatan bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari kekuasaan mantan pemimpinnya.

Pemimpin Baru Iran

Setelah kematian Ali Khamenei, 88 anggota Majelis Ahli akan berkumpul untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya. Terdapat dua skenario yang akan dijalankan:

  1. Sebelum meninggal, Ali Khamenei telah memberikan empat nama penerusnya, dan akan memilih salah satu di antaranya.
  2. Skenario lainnya adalah adanya empat orang yang akan menjalankan negara sampai pemimpin baru terpilih.

Kota-Kota Terdampak Serangan Israel

Israel terus membombardir Iran hingga tujuh kota terdampak. Di antaranya adalah Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta dua wilayah tambahan yakni Lorestan dan Tabriz.

Laporan dari Fars News Agency menyebutkan suara ledakan keras terdengar di sejumlah titik strategis. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari lokasi yang diduga terkena dampak serangan. Infrastruktur jalan dan beberapa fasilitas penting dilaporkan mengalami kerusakan, meski otoritas Iran belum merinci tingkat kehancuran maupun jumlah korban.

AS Akui Terlibat dalam Serangan ke Iran

Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa militer AS turut terlibat dalam operasi militer tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial, tak lama setelah serangan dimulai.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer skala besar untuk menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat. “Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” ujar Trump.

Pernyataan ini menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam konflik yang sebelumnya dipandang sebagai operasi militer Israel semata.

Serangan Balasan Iran

Balasan serangan Iran membuat Israel cukup khawatir dan memerintahkan warganya untuk masuk bunker. Raungan sirine yang mengingatkan warga Israel terus dinyalakan. Serangan Israel membuat amarah Iran dan semakin membuat panas Timur Tengah.

Israel juga menetapkan siaga 1 bagi warganya atas serangan balasan Iran. Langit Israel mendadak berubah menjadi zona kecemasan setelah serangan rudal ke Iran. Suara raungan sirene tanda bahaya membelah kesunyian di berbagai kota, memaksa jutaan warga meninggalkan aktivitas mereka dan bergegas masuk ke dalam bunker perlindungan.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik nadir setelah militer Israel meluncurkan serangkaian rudal pencegahan (preventive missiles) untuk menghalau potensi serangan masif dari Iran.

Pos terkait