Kehilangan Seorang Petani Kopi di Desa Pematang Donok
Zul Amri (60), seorang warga Desa Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, ditemukan meninggal dunia di dalam pondok kebun kopi miliknya pada Jumat (27/2/2026). Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Riwayat Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Almarhum Zul Amri memiliki riwayat penyakit sesak napas dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit. Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyelidikan mengenai penyebab kematian korban.
Menginap di Kebun Selama Sepekan
Kepala Desa Pematang Donok, Ahmad Arpandi (41), menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Zul Amri diketahui telah menginap di kebun kopi miliknya selama sekitar satu minggu. Menurut cerita dari anak tertua korban, Zul Amri memang sudah sejak beberapa hari lalu tinggal di kebun tersebut.
“Menurut cerita dari anak tertua, kurang lebih sudah satu minggu dia memang nginap di kebun,” ujar Pandi.
Kebun kopi yang menjadi tempat tinggal Zul Amri masih berada di wilayah Desa Pematang Donok. Lokasi ini menjadi pusat aktivitas pertanian yang sering ia lakukan sehari-hari.
Ditemukan Meninggal di Pondok Kebun
Nahas, Zul Amri ditemukan telah meninggal dunia di dalam pondok kebun kopi tersebut. Kejadian ini membuat keluarga, terutama istri dan lima anaknya, merasa sangat sedih dan kaget.
“Anaknya itu ada lima, tiga laki-laki dan dua perempuan,” ujar Pandi.
Sosok Petani Kopi yang Berpengalaman
Pandi mengungkapkan bahwa semasa hidup, Zul Amri dikenal sebagai petani kopi yang telah lama bermukim di Desa Pematang Donok. Ia bekerja sebagai petani dengan berkebun kopi secara rutin.
“Beliau memang warga kita dari dulu, sehari-harinya bekerja sebagai petani dengan berkebun kopi,” ungkap Pandi.
Dikenal Baik dan Aktif dalam Kehidupan Bermasyarakat
Selain menjadi petani, Zul Amri juga dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Ia kerap membantu warga, termasuk dalam kegiatan sosial di desa.
“Beliau baik dengan masyarakat dan sering membantu warga dalam penggalian makam,” pungkas Pandi.
Kenangan untuk Zul Amri
Zul Amri meninggalkan seorang istri dan lima anak. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak pernah ragu untuk membantu orang lain. Ia juga merupakan bagian dari komunitas pertanian yang aktif dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.





