AWKI kuatkan Pancasila untuk ojol, waspadai perang global dan proxy war

Ksad Waspadai Perang Proxy Akqw Dom 1
Ksad Waspadai Perang Proxy Akqw Dom 1

Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) Perkuat Ideologi Pancasila untuk Ojol

Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol). Dalam rangka memperingati bulan Ramadan, AWKI menggelar acara Buka Puasa Kebangsaan bersama 50 pengemudi ojol, 50 alumni, dan 25 anak yatim di Kedai Kopi Philosqopique, Kota Tangerang Selatan. Acara ini diselenggarakan pada Minggu (1/3/2026) sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai Pancasila.

Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga Taher, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ideologi bangsa kepada masyarakat, terutama para pengemudi ojol yang seringkali kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Menurutnya, acara tersebut merupakan agenda kedua yang digelar oleh AWKI, namun dalam masa Ramadan dinamakan Bukber Kebangsaan.

“Acara ini sebenarnya bentuk dari bagaimana AWKI peduli kepada sesama, berbagi dan hari ini acara diselenggarakan berkat partisipasi semua member-member AWKI,” ujar Robertus.

Dia juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ya, jadi tadi kami sampaikan bahwa Pancasila itu harus selalu ada. Bagaimana Pancasila itu tetap melekat khususnya kepada kita semua,” tambahnya.

Selain itu, Robertus menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila juga harus ditanamkan kepada anak-anak para pengemudi ojol. “Dan bagi pengemudi ojol, anak-anaknya harus ditanamkan nilai-nilai. Karena mereka berjuang buat keluarganya. Alangkah sia-sianya kalau kemudian anaknya tidak lagi memegang ideologinya adalah Pancasila. Itu yang tadi kami sampaikan,” katanya.

Agenda Kebangsaan Lainnya yang Disiapkan oleh AWKI

Selain pembinaan ideologi, AWKI juga menyiapkan berbagai agenda kebangsaan lainnya. Salah satunya adalah festival film pendek untuk pelajar SMA. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas mereka serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebangsaan.

Selain itu, AWKI juga akan meluncurkan program “1.000 Ojek Online Cinta Indonesia”. Program ini bertujuan untuk memperkuat ikatan antara para pengemudi ojol dengan tanah air mereka. “Dalam waktu dekat kami juga akan menyelenggarakan 1.000 Ojek Online Cinta Indonesia,” kata Robertus.

Ancaman Proxy War dan Dampak Perang Global

Dewan Pembina AWKI, Laksamana Muda TNI (Purn) Suratno, menyoroti ancaman proxy war yang bisa saja terjadi di tengah situasi global yang semakin tidak stabil. Ia menekankan pentingnya pembinaan terhadap para pengemudi ojol agar tidak mudah terprovokasi.

“Jadi di sana yang terjadi itu perang tidak langsung semata-mata langsung perang. Pasti akan dilemahkan dulu. Artinya intelijen itu akan menggalang dulu,” ujarnya.

Menurut Suratno, masyarakat, termasuk ojol, harus waspada terhadap tindakan yang bisa membuat mereka menjadi proksi dalam konflik yang tidak mereka pahami. “Nah kami bina ini ojek online oleh Ketua Umum AWKI itu supaya jangan mau nanti jadi proksi (proxy war), diprovokasi mereka hanya karena uang tidak seberapa atau ada makan siang atau apa, langsung nurut,” tambahnya.

Sementara itu, Komjen Polisi Yudhiawan menyoroti konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi berdampak ke Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang cinta damai harus tetap mengutuk segala bentuk peperangan.

“Tentu saja negara Indonesia, negara cinta damai. Kita mengutuk segala jenis peperangan,” ujarnya.

Menurut Yudhiawan, perang pasti membawa dampak ekonomi, karena peperangan itu akibatnya pasti nyawa, harta dan benda. “Jadi makanya Indonesia harus ada peran aktif. Apalagi kita negara yang bebas aktif,” katanya.

Ia juga menyinggung kemungkinan dampak pada ibadah haji dan umrah. “Mungkin keberangkatan umroh-haji bisa tertunda gitu, dan itu akan membawa dampak atau akibat pemerintah sendiri,” tambahnya.

Dampak Konflik di Timur Tengah pada Sektor Energi Global

Mayjen TNI (Purn) Ridho Hermawan menambahkan bahwa konflik di Timur Tengah turut berdampak pada sektor energi global, khususnya Selat Hormuz. “Karena hampir 20 persen perputaran LNG dan minyak punya adanya di Hormuz,” ujarnya.

Dia mengingatkan dampaknya terhadap energi dan harga dalam negeri. “Nah dengan adanya situ berarti itu juga akan berpengaruh terhadap kita. Terutama masalah di sektor energi,” tambahnya.

Kolaborasi Dunia Usaha dan Masyarakat

Ketua Panitia Bukber Kebangsaan AWKI, Tri Wiyadi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata dunia usaha dan masyarakat. “AWKI memang benar-benar berkarya nyata di dunia usaha, berkolaborasi terhadap semua insan melakukan usaha. Dan nyatanya memberikan hal yang baik untuk ojol berupa pengetahuan kebangsaan yang luar biasa,” ujarnya.


Pos terkait