Haka Auto Incar 50 Dealer BYD Tahun Ini, Khawatirkan Perang Iran

Aa1xp6n5 1
Aa1xp6n5 1

Perluasan Jaringan Dealer BYD dan Denza di Indonesia

Pasar mobil listrik di Indonesia semakin berkembang pesat, sehingga sejumlah produsen otomotif menggandeng rekanan dealer untuk memperluas jaringan mereka. Hal ini juga dilakukan oleh BYD dan Haka Auto, yang merupakan salah satu pemegang dealership resmi merek tersebut.

Hariyadi Kaimuddin, CEO Haka Auto, menyampaikan rencana ekspansi agresif jaringan dealer BYD dan Denza di Indonesia pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan saat acara buka bersama di Jakarta, Senin (2/3).

Hingga awal tahun ini, Haka Auto telah membuka 15 outlet BYD dan dua outlet Denza di berbagai kota strategis. Namun, jumlah tersebut akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.

“Setelah Lebaran, kami akan membuka sekitar 6–7 dealer baru di Jawa dan luar Jawa. Targetnya, semester pertama mencapai sekitar 30 cabang, dan hingga akhir tahun kita kebut hingga 50–60 diler, termasuk empat dealer Denza,” ujarnya.

Beberapa dealer yang direncanakan dibuka pada semester pertama 2026 antara lain di Pondok Indah, serta kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Magelang, Madiun, Banyuwangi, dan Samarinda.

Menurut Hariyadi, ekspansi ini adalah bagian dari strategi untuk memperluas akses layanan penjualan dan purna jual kendaraan listrik yang semakin diminati masyarakat.

“Ekspansi jaringan ini merupakan langkah strategis kami untuk memastikan layanan yang semakin luas, responsif, dan berkualitas, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik,” tambahnya.

Untuk mengejar target pengembangan jumlah dealer tersebut, perluasan jaringan ini juga dilakukan dengan mengambil alih dealer eksisting agar proses lebih cepat dibanding membangun dari nol.

Hariyadi menilai target prinsipal tergolong agresif, mengingat merek otomotif konvensional umumnya membutuhkan puluhan tahun untuk membangun puluhan dealer, sedangkan jaringan ini ditargetkan tercapai hanya dalam dua tahun.

Toh demikian, pria ramah ini menambahkan, kontribusi jaringan Haka Auto saat ini masih di bawah 20 persen dari total jaringan BYD nasional, namun perusahaan optimistis pasar kendaraan listrik akan terus tumbuh di luar Jabodetabek.

“Saat ini sekitar 80 persen penjualan EV masih terkonsentrasi di wilayah tersebut, tetapi tren diyakini akan meluas seiring pembangunan infrastruktur dan hadirnya model plug-in hybrid,” paparnya.

Meski optimistis, Hariyadi tetap mengingatkan faktor global tetap perlu diwaspadai, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, perang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dan menekan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

“Mudah-mudahan perang ini tidak panjang, karena akan ada efeknya. Kita tidak bijak investasi besar-besaran saat kondisi ekonomi turun. Industri otomotif sangat terdampak situasi ekonomi,” kata Hariyadi.

Pos terkait