Serangan Dahsyat Mengguncang Teheran
Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran kembali terjadi. Pada Minggu (1/3/2026), sejumlah besar ledakan mengguncang ibu kota Teheran, menimbulkan kekacauan di berbagai wilayah. Ledakan tersebut terdengar pada malam hari waktu setempat, atau sekitar tengah malam hingga dini hari waktu Indonesia.
Menurut laporan dari wartawan AFP, setidaknya tiga ledakan mengguncang ibu kota sekitar pukul 20.30 waktu setempat (1700 GMT). Ledakan ini mengakibatkan jendela apartemen seorang wartawan pecah. Selain itu, kantor berita ISNA juga melaporkan “beberapa” ledakan di bagian timur dan timur laut Teheran.
Dua ledakan lainnya terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat (1730 GMT). Kekuatan ledakan ini cukup besar, sehingga menimbulkan kerusakan signifikan di sekitar lokasi serangan.
Rumah Sakit Jadi Sasaran Utama
Salah satu sasaran utama serangan adalah Rumah Sakit Gandhi di utara Teheran. Menurut laporan kantor berita ISNA, rumah sakit tersebut diserang oleh serangan udara Zionis-Amerika. Video yang diterbitkan oleh kantor berita Fars dan Mizan menunjukkan puing-puing di lantai antara kursi roda, seolah-olah diambil dari dalam fasilitas tersebut.
Kantor Polisi Jadi Target
Selain rumah sakit, sebuah kantor polisi di kota pinggiran Teheran juga menjadi target serangan. Media Iran melaporkan bahwa serangan ini menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya, serta beberapa korban terjebak di bawah reruntuhan.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa gedung Markas Besar Kepolisian Rey dan bangunan tempat tinggal di dekatnya dihantam. Dalam laporan awal, sejumlah warga sipil gugur dan beberapa terjebak di bawah reruntuhan.

Stasiun TV Juga Diserang
Pada saat yang sama, stasiun televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka menjadi sasaran serangan setelah serangkaian ledakan mengguncang Teheran. Meskipun siarannya tidak terputus, tim teknis sedang melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi.
Stasiun televisi tersebut juga menjadi sasaran selama perang Iran-Israel pada bulan Juni. Namun, kali ini, mereka berhasil mempertahankan siaran tanpa gangguan.

Peristiwa Terkait
Eks Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tewas dalam serangan yang dipimpin oleh Trump. Serangan terhadap Iran kemungkinan akan diperkuat dengan bantuan dari Jerman, Inggris, dan Prancis. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan negara-negara Barat semakin memanas dan berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.





