Pasca Pembunuhan di Rubit Sikka, Aktivitas Belajar Terhambat

1702657055
1702657055

Gangguan Kegiatan Belajar Mengajar di Desa Rubit Pasca Pembunuhan

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gangguan setelah terjadi kasus pembunuhan di wilayah tersebut. Peristiwa tersebut berdampak langsung pada kegiatan akademik yang sebelumnya berjalan normal.

Pasca penemuan jenazah, pada Senin (23/2/2026), KBM di wilayah itu terhenti sementara waktu. Meskipun KBM kembali dilanjutkan pada hari berikutnya, kondisi tidak sepenuhnya kembali normal. Banyak pelajar yang tidak hadir di sekolah karena trauma terhadap peristiwa tersebut. Sementara itu, sejumlah siswa diantar dan dijemput oleh orang tua mereka agar tetap bisa mengikuti pelajaran.

Menurut Patrisius Pederico, SP, Sekretaris Dinas PKO Kabupaten Sikka, informasi yang diterima menyebutkan bahwa KBM hanya terganggu pada hari pertama. Setelah itu, aktivitas belajar mengajar kembali berjalan, meski belum sepenuhnya lancar.

“Sebentar kami akan turun ke sekolah untuk memastikan,” ujar Pederico saat diwawancarai pada Selasa (3/3/2026).

Dalam kasus ini, Polres Sikka telah menetapkan FRG sebagai tersangka atas kematian STN (14), seorang siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. Sementara itu, SG, ayah dari korban, yang merupakan saksi dalam kasus pembunuhan tersebut, kabur setelah peristiwa tersebut terjadi. Saat ini, polisi sedang melakukan pencarian terhadap SG.

Dampak Psikologis terhadap Pelajar

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di lingkungan sekolah memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap para pelajar. Banyak dari mereka merasa takut dan cemas, sehingga memilih untuk tidak datang ke sekolah. Hal ini juga memengaruhi kinerja guru dan suasana belajar di sekolah tersebut.

Beberapa orang tua siswa memilih untuk mengantar dan menjemput anak-anak mereka secara langsung agar mereka tetap bisa mengikuti KBM. Namun, hal ini juga memberikan beban tambahan bagi keluarga, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari sekolah.

Tindakan yang Diambil oleh Dinas PKO

Dinas PKO Kabupaten Sikka telah menyatakan niat untuk turun langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan kondisi sekolah dan mengevaluasi dampak dari peristiwa tersebut terhadap proses belajar mengajar.

Selain itu, dinas juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan komite untuk memastikan bahwa semua siswa dapat kembali fokus pada kegiatan akademik tanpa adanya rasa takut atau trauma.

Upaya Penegakan Hukum

Polres Sikka telah menetapkan FRG sebagai tersangka dalam kasus kematian STN. Proses hukum sedang berjalan dengan penuh keseriusan, dan polisi terus melakukan penyelidikan untuk menemukan SG, yang merupakan saksi dalam kasus tersebut.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk membantu dalam pencarian SG, karena kemungkinan besar ia masih berada di wilayah sekitar. Dengan adanya tindakan yang dilakukan oleh aparat hukum, diharapkan keamanan di lingkungan sekolah dapat kembali pulih.

Kesimpulan

Peristiwa pembunuhan di Desa Rubit telah menyebabkan gangguan dalam kegiatan belajar mengajar. Meskipun KBM kembali berjalan, kondisi tidak sepenuhnya stabil. Dinas PKO Kabupaten Sikka dan pihak kepolisian terus berupaya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan di sekolah serta menuntaskan proses hukum terkait kasus tersebut.


Pos terkait