Agen FBI Bobol Dompet Kripto Terkait 35 Penyelidikan, Siapkan Hidup Baru di Portugal

JAKARTA -- Skandal pencurian aset kripto senilai 2,47 juta dolar AS terungkap di Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat. Seorang mantan agen senior lembaga tersebut mengaku mencuri dana digital dengan memanfaatkan akses terhadap informasi rahasia yang dikumpulkan dalam 35 penyelidikan berbeda, sebelum mempersiapkan kehidupan baru di Portugal.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan pada Kamis (5/11/2026) bahwa Patrick Steven Yaroch, 37 tahun, mengaku bersalah atas tindak pidana penipuan elektronik (wire fraud) dan pencucian uang. Pengakuan tersebut disampaikan di Pengadilan Distrik Federal Alexandria, Virginia, setelah penyidik mengungkap pencurian aset digital yang nilainya jauh lebih besar daripada dugaan awal.
Menurut DOJ, Yaroch melakukan sekitar 100 transfer ilegal dengan menggunakan kredensial dompet kripto yang diperoleh melalui sistem FBI.
Kutipan awal dari Republika, ditulis oleh Erdy Nasrul. Hak cipta artikel milik penerbit.


