Bukan Suara Bos Sungguhan, Taktik Deepfake AI Ini Kuras Duit Perusahaan Rp2 T

JAKARTA -- Suara seorang direktur utama terdengar meyakinkan ketika meminta pegawainya membantu transaksi perusahaan yang bersifat rahasia. Namun, orang yang memberikan instruksi itu ternyata bukan sang direktur, melainkan penipu yang diduga menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menirukan suara dan bahkan wajahnya.
Modus tersebut menjadi inti skandal penipuan internasional yang diungkap Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Kamis (5/11/2026). Tiga pria didakwa menjalankan sindikat penipuan berbasis AI yang diduga berhasil mencuri sekitar 129 juta dolar AS dari berbagai perusahaan di Amerika Serikat dan negara lainnya.
Ketiga terdakwa adalah Jacob Soall (41 tahun), Sharon Hazan (54 tahun), dan Guy Sheetrit (42 tahun). Mereka dituduh memanfaatkan teknologi peniruan suara serta gambar untuk menyamar sebagai pimpinan perusahaan dan pengacara dari firma hukum internasional.
Kutipan awal dari Republika, ditulis oleh Erdy Nasrul. Hak cipta artikel milik penerbit.




