jatim.
MADIUN – Warga Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun digegerkan oleh kemunculan seekor ular piton berukuran besar di area kandang ternak, pada hari Sabtu (14/2) pagi. Reptil tersebut diketahui telah memangsa ayam milik warga hingga membuat perutnya membesar.
Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Madiun Gatot Suwarno menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas langsung menerjunkan satu unit armada menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Setelah kami tiba di lokasi, benar ditemukan ular piton dengan panjang kurang lebih tiga meter. Kondisinya sudah dalam keadaan perut membesar karena baru saja memangsa ayam ternak,” ujar Gatot.
Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas mendapati satu ekor ayam telah dimakan, sementara dua ayam kampung lainnya mati setelah sempat dililit oleh ular tersebut. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga ular berhasil diamankan.
Menurut keterangan warga, kemunculan ular itu diduga bukan kali pertama. Hewan melata tersebut disebut-sebut sudah beberapa kali muncul dan memangsa ternak di sekitar permukiman.
“Warga menyampaikan kejadian seperti ini sudah berulang. Karena itu kami mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan ular atau satwa liar lain di sekitar rumah,” katanya.
Damkar Kabupaten Madiun juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan. Pada periode ini, ular kerap keluar dari habitatnya dan berpotensi masuk ke pekarangan rumah, dapur, maupun kandang ternak.
Petugas meminta masyarakat tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan ular berukuran besar, melainkan segera menghubungi Damkar agar dapat ditangani secara aman dan profesional.
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menemukan Ular
-
Jangan mencoba menangani sendiri
Ular, terutama jenis piton, bisa sangat berbahaya jika diperlakukan secara sembarangan. Masyarakat disarankan untuk tidak mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri, karena hal ini berisiko memicu reaksi agresif dari hewan tersebut. -
Laporkan ke instansi terkait
Jika menemukan ular di sekitar lingkungan tempat tinggal, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau dinas terkait. Mereka memiliki alat dan keahlian khusus untuk menangani situasi seperti ini. -
Tingkatkan kewaspadaan saat musim hujan
Musim hujan sering kali menjadi waktu ketika ular lebih aktif. Pastikan area rumah dan kandang ternak dalam kondisi bersih serta tidak memberikan tempat yang nyaman bagi ular untuk berkeliaran. -
Jaga lingkungan sekitar rumah
Bersihkan area pekarangan dari sampah, daun kering, atau benda-benda yang bisa menjadi tempat bersembunyi ular. Hal ini membantu mengurangi risiko kemunculan ular di sekitar rumah. -
Ajarkan anak-anak untuk waspada
Anak-anak cenderung kurang waspada terhadap bahaya yang ada di sekitar mereka. Ajarkan mereka untuk tidak menyentuh atau mendekati hewan-hewan asli yang tidak dikenal, termasuk ular.
Tips untuk Menghindari Kontak dengan Ular
-
Periksa area kandang ternak secara rutin
Pastikan kandang ternak dalam kondisi tertutup rapat dan tidak ada celah yang bisa dimasuki ular. -
Gunakan penutup yang kuat untuk saluran air atau lubang di tanah
Ular sering menggunakan celah-celah kecil sebagai jalur masuk ke dalam rumah atau kandang. Tutup semua lubang dengan bahan yang kuat dan tahan lama. -
Hindari menaruh barang di area yang rawan ular
Jangan meletakkan barang-barang di tempat yang sulit dijangkau atau di bawah tanah, karena bisa menjadi tempat bersembunyi ular. -
Bersihkan area rumah dari sampah dan limbah
Sampah dan limbah bisa menjadi tempat berkembang biak bagi hewan-hewan kecil yang menjadi mangsa ular. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, risiko munculnya ular bisa diminimalisir.
Dengan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko kontak dengan ular dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.





