Dana Haji Bukan Dana Biasa, Wamen Juda Beberkan Prinsip Investasinya

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan investasi dalam mengelola dana haji harus mendahulukan prinsip kehati-hatian daripada mengejar keuntungan. Juda mengatakan pengelolaan dana haji memiliki tantangan yang khas, yakni dana yang terakumulasi dari waktu ke waktu, sementara kewajiban meningkat sesuai dengan jadwal haji. Di sisi lain, inflasi, pergerakan nilai tukar, guncangan harga minyak, volatilitas pasar, ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi nilai dan ketersediaan dana.
"Oleh karena itu, tujuan kita tidak hanya untuk memaksimalkan keuntungan. Kita harus menjaga daya beli, menghasilkan pengembalian yang berkelanjutan yang disesuaikan dengan suku bunga, mempertahankan likuiditas yang cukup, dan memenuhi kewajiban kita ketika jatuh tempo, semuanya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," kata Juda di acara Hajj Fund Forum ISEF 2026 di JICC, Jakarta pada Kamis (15/10/2026).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.




