Eropa Tolak Rencana Besar Trump-Putin, Tak Mau Keamanan Diputuskan Sepihak

JAKARTA -- Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merundingkan kesepakatan keamanan besar dengan Rusia mendapat penolakan dari sejumlah negara Eropa. Pemerintah negara-negara tersebut khawatir Washington dan Moskow akan menyusun ulang tatanan keamanan Eropa melalui kesepakatan yang memberi ruang bagi tuntutan Presiden Rusia Vladimir Putin, tanpa melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan langsung.
Ketegangan diplomatik itu mencuat setelah Trump mengumumkan pada Kamis (5/11/2026) bahwa Amerika Serikat sedang mendekati sebuah kesepakatan besar dengan Rusia. Menurut Trump, perjanjian tersebut berpotensi mencakup persoalan yang jauh lebih luas daripada penghentian perang di Ukraina, termasuk pengaturan keamanan seluruh benua Eropa.
Pernyataan Trump langsung mendapat respons keras dari pemimpin diplomasi Uni Eropa, Kaja Kallas, serta sejumlah pejabat negara anggota NATO. Mereka menegaskan bahwa masa depan keamanan Eropa tidak dapat ditentukan melalui perundingan sepihak antara Washington dan Moskow.
Kutipan awal dari Republika, ditulis oleh Erdy Nasrul. Hak cipta artikel milik penerbit.



