Tayfun Turki, Iskander Rusia, dan PrSM Amerika, Mana yang Lebih Unggul?

JAKARTA -- Persaingan pengembangan rudal balistik jarak pendek antara Turki, Rusia, dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Turki resmi menerima tambahan rudal Tayfun Block-2 pada November 2026, sementara Amerika mempercepat produksi Precision Strike Missile (PrSM) dan Rusia terus mengandalkan Iskander-M sebagai salah satu senjata utama dalam perang melawan Ukraina.
Perkembangan terbaru datang dari Ankara pada Kamis (5/11/2026). Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengumumkan bahwa Angkatan Darat telah menyelesaikan proses pemeriksaan dan penerimaan sejumlah rudal balistik Tayfun Block-2 produksi perusahaan pertahanan Roketsan.
Pengumuman tersebut menegaskan bahwa Tayfun telah bergerak melampaui tahap pengujian menuju pengadaan militer. Turki sebelumnya menerima rudal dari keluarga yang sama untuk pertama kalinya pada Mei 2026, kemudian melanjutkan penerimaan sejumlah unit tambahan dalam beberapa bulan berikutnya.
Kutipan awal dari Republika, ditulis oleh Erdy Nasrul. Hak cipta artikel milik penerbit.


