Wamenkeu Ingatkan Risiko Pengelolaan Dana Haji, Ada Pesan Penting

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa dalam mengelola dana haji, setiap risiko harus dipahami dan harus dikelola dengan benar.
Karena itu, Juda menekankan tiga prinsip dalam mengelola risiko pengelolaan dana haji sekaligus menjaga akuntabilitas dan kepercayaan umat yang dikelola dananya.
Pertama adalah menjaga integritas dan transparansi. Juda mengatakan bahwa kepercayaan publik tidak dapat hanya bergantung pada janji.
"Hal itu membutuhkan pelaporan yang kredibel, pengawasan independen, pengendalian internal yang efektif, dan akuntabilitas yang jelas," ungkap Juda di Fund Hajj Forum 2026 di JICC, Jakarta pada Kamis (15/10/2026).
Prinsip kedua adalah profesionalisme dan independensi kelembagaan. Lembaga dana haji membutuhkan kepemimpinan yang kompeten, manajemen risiko yang baik, dan pengawasan syariah yang kuat.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.




