Menimbang Keadilan Tuhan dari Tiga Mimbar Tafsir

Judul Artikel: Menggugat Keadilan Tuhan: Studi Komparasi Tafsīr Al-Kasysyāf, Al-Tafsīr Al-Munīr, dan Tafsir Al-Mīzān
Dimuat di: Cakrawala: Jurnal Studi Islam, Vol. 18 No. 1 (2023), hlm. 22–38
Penerbit: Universitas Muhammadiyah Magelang
DOI: 10.31603/cakrawala.8357
Agustin Nailatul Izzah, S.Th.I.
(Mahasiswa Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Usuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)
Pertanyaan apakah Tuhan benar-benar adil barangkali termasuk pertanyaan tertua yang pernah diajukan orang beriman. Ia muncul setiap kali orang saleh ditimpa musibah, setiap kali kezaliman seolah dibiarkan, dan setiap kali kita bertanya-tanya: jika segala sesuatu sudah ditetapkan, lalu di mana letak tanggung jawab manusia? Dalam sejarah Islam, kegelisahan semacam ini tidak dibiarkan berhenti sebagai keluhan pribadi. Ia diolah menjadi perdebatan teologis yang panjang dan berlapis, yang jejaknya masih bisa kita baca hingga kini di lembar-lembar kitab tafsir.
Kutipan awal dari Republika, ditulis oleh Mas Alamil Huda. Hak cipta artikel milik penerbit.




